Share

Lewat Kuasa Hukum, Roby Geisha Minta Maaf Usai Tertangkap Pakai Narkoba Lagi

Lintang Tribuana, Jurnalis · Rabu 23 Maret 2022 16:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 23 33 2566568 lewat-kuasa-hukum-roby-geisha-minta-maaf-usai-tertangkap-pakai-narkoba-lagi-5QWRjRJvbt.jpg Roby Satria (Foto: MPI)

JAKARTA - Kuasa hukum Roby Geisha, Daniel Sinaga, mewakili kliennya mengucapkan permintaan maaf kepada masyarakat Tanah Air karena ditangkap untuk yang ke-3 kalinya terkait kasus penyalahgunaan narkotika.

"Ada juga yang mau kami sampaikan terkait dari keterangan klien kami. Mohon maaf juga sebesar-besarnya nih atas pemberitaan yang tidak baik lagi," kata Daniel di Polres Metro Jakarta Selatan, Rabu (23/3/2022).

Roby Satria Geisha

"Secara khusus, secara pribadi, tadi, memohon maaf sebesar-besarnya untuk seluruh masyarakat Indonesia atas berita dan kelakukan yang akhirnya mengulangi kejadian ini," lanjutnya.

Setelah ditangkap terakhir kali pada 7 tahun silam, Roby baru menggunakan ganja lagi selama beberapa bulan terakhir. Menurut Daniel, salah satu faktor pemicunya adalah stres karena sepi job di tengah pandemi.

"Memang ada faktor-faktor yang membuat klien kami ini mengulangi lagi, jadi menyalahgunakan ganja. Salah satunya masalah pekerjaan ya, enggak ada, gara-gara Covid-19 ini. Jadi, mungkin stres, akhirnya kembali mengulangi," ungkap Daniel.

Roby disebut bertekad ingin sembuh dari ketergantungan narkoba. Sesuai keinginan dari sang musisi, tim kuasa hukum pun berupaya mengajukan permohonan rehabilitasi kepada pihak Polres Metro Jakarta Selatan hari ini.

Seperti diketahui, Roby Satria ditangkap di studio musik di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan pada 19 Maret 2022. Dia ditangkap bersama AJ, sang asisten.

Dari penangkapan itu, ditemukan barang bukti berupa paket ganja seberat 8 gram dan lintingan ganja sisa pakai. Roby dan AJ ditetapkan sebagai tersangka dan disangkakan dengan pasal tentang narkotika yang berbeda.

Untuk AJ disangkakan dengan Pasal 114 Ayat 1 subs 111 ayat 1 subs 127 UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.

Sedangkan untuk Roby, disangkakan dengan Pasal 114 Ayat 1 subs 127 UU No 3 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 4 tahun paling lama 12 tahun penjara.

Pada 2013, Roby Satria pertama kali tersandung kasus narkoba. Kala itu, dia kedapatan memiliki ganja dan berujung pada vonis penjara satu tahun.

Tak berhenti sampai di situ, Roby juga kembali ditangkap karena kasus yang sama pada 2015. Saat itu, dia terciduk menerima ganja seberat 1,5 gram dari seseorang yang dibawa oleh tukang ojek online pada 20 November 2015.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini