Film Vertikal Pertama di Indonesia, X&Y Bergenre Romansa

Wilda Fajriah, Jurnalis · Kamis 01 April 2021 03:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 31 206 2387423 film-vertikal-pertama-di-indonesia-x-y-bergenre-romansa-O36DGWA2Rh.jpg Film X&Y (Foto: Studio Antelope)

JAKARTA - Menggandeng Studio Antelope, TikTok berhasil merilis sebuah film pendek berjudul X&Y. Film ini memiliki 6 chapter. Episode perdana film X&Y sudah tayang di TikTok sejak Senin, 29 Maret lalu.

Film X&Y sendiri merupakan film perdana yang dibuat dengan format vertikal. Jadi, pengguna TikTok dapat menikmati film tersebut di smartphone kesayangan.

Baca Juga:

Pertama di Indonesia, Ini Kesulitan Menggarap Film Vertikal

Gandeng Perguruan Tinggi, LSF Kampanye Budaya Sensor Mandiri

X&Y

Membuat film yang berbeda dari yang pernah ada sebelumnya, tentunya banyak kesulitan yang dialami, baik dari pihak TikTok Indonesia maupun Studio Antelope.

Mulai dari proses pengambilan gambar, mengatur komposisi frame, serta menyesuaikan dengan adegan pemain memiliki tingkat kesulitannya masing-masing. Maklum saja, selama ini kita memang sudah terbiasa mengenal film dalam bentuk landscape.

Film perdana yang mengusung format potrait ini pun bergenre romance. Film tersebut mengisahkan cerita romansa tentang Omar, merepresentasikan sumbu Y ternyata memendam rasa kepada Winda, si sumbu X yang ternyata mempunyai langkah ke arah yang berbeda.

Head of Content and User Operations TikTok Indonesia, Angga Anugrah Putra mengatakan, film yang dibuat dengan genre romance tersebut karena kebanyakan pengguna TikTok adalah generasi milenial yang masih berusia muda. Sehingga, mereka memang dalam masa-masa mencari cinta sejati.

"Kalau ngomongin genre kan memang banyak banget. Tapi kenapa akhirnya kita pilih genre romantis karena mostly user TikTok itu generasi milenial. Dan romance memang relate banget sama kebanyakan orang," jelas Angga kepada MNC Portal Indonesia, Rabu (31/3/2021).

Angga pun bercerita, walaupun ia sudah memasuki usia lebih dari

30 tahun, namun ia masih merasakan perspektif yang sama ketika menyaksikan film tersebut. Ini karena film X&Y memang dibuat multi tafsir.

"Umur saya yang sudah 30 tahun lebih saja masih relate. Memang kalau ngomongin soal impact itu ngena banget. Walaupun nggak cuma sisi romantisnya doang ya. Kedepannya kami akan eksplore lebih banyak lagi," tukasnya.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini