nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kehabisan Uang, Kangen Band Rela Jual Mobil

Vania Ika Aldida, Jurnalis · Rabu 04 Oktober 2017 04:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 04 33 1788237 kehabisan-uang-kangen-band-rela-jual-mobil-FJACw836Y8.jpg Andika 'Kangen Band' (Foto: Vania/Okezone)

DEPOK - Grup musik asal Lampung, Kangen Band diduga mengalami penipuan yang dilakukan oleh pihak label mereka sendiri, TA Pro. Hal tersebut diketahui lantaran beberapa perjanjian kontrak antara Kangen Band dan TA Pro tak berjalan mulus.

Terbukti dengan proyek album yang seharusnya mereka rilis ditahun lalu, diubah menjadi mini album. Hal tersebut ternyata juga tidak menyelesaikan masalah, terlebih soal video klip yang dianggap tidak sesuai, hingga persoalan honor dan royalti yang tidak kunjung dibayarkan oleh pihak label kepada Kangen Band.

(Baca Juga: Tutup Pintu Damai, Muzdalifah Minta Polisi Segera Tangkap Khairil Anwar)

(Baca Juga: Kecam Penembakan Las Vegas, Ariana Grande dan Lady Gaga Serukan Kontrol Senjata Api)

"Jadi di awal kita perjanjian kontrak itu dengan advance satu lagu itu Rp15 (juta) enggak langsung Rp75 juta. Jadi Rp15 juta di awal itu pun delapan bulan berjalan enggak ada progress. Dari video klip semuanya enggak sesuai dengan yang kita harapkan, enggak sesuai perjanjian. Akhirnya mau bikin mini album setelah itu," ujar Tama, selaku gitaris Kangen Band yang ditemui di Polresta Depok, Jawa Barat, Selasa 3 Oktober 2017.

"Rencana album jadi, mini album jadi lima lagu. Sisanya itu Rp60 juta dibayar secara tiga kali. Pertama Rp40 juta, itu pun langsung produksi kita yang kita kelola sendiri dari angka segitu. Pertama Rp40, kedua Rp5 juta, ketiga Rp15 juta sisanya. Saya rasa itu angka Rp75 juta yang dipaparkan tadi itu pun enggak langsung cash. Pertama Rp15 juta, lagu Kembalilah Padaku. Setelah delapan bulan progress sebatas itu saja. Video klip pun enggak puas. Kita komplain, enggak pantas lah," sambungnya.

(Baca Juga: Punya Komitmen Kuat di Master Key, Baekhyun Dipuji Dewan Direksi)

(Baca Juga:  Beda Profesi dengan Pacar, Naysila Mirdad Akui Sempat Bingung)

Sementara itu, kasus ini memang diketahui sudah terjadi sejak satu tahun lalu, namun baru kali ini mencuat dipermukaan. Mendengar hal tersebut Tama selaku leader dari Kangen Band menyatakan bahwa sebelumnya mereka masih bersabar dan sering kali menanyakan progres album mereka pada pihak label. Akan tetapi beberapa kendala sempat terjadi sehingga membuat Kangen Band baru bisa mempermasalahkan kasus ini sekarang.

"Itu sudah sering dibicarakan. Itu progresnya gimana? Dari kita kan karena Andika terbentur (tinggal) di Lampung, jadi anak-anak sudah sering menanyakan progresnya kepada pihak mereka. Cuma begitu jawabannya, enggak ada yang puas. Eksekusinya enggak ada," paparnya.

Mengaku merasa rugi hingga tak memiliki uang dan bisa dibilang bangkrut, Kangen Band diketahui sampai harus rela menjual mobil. Mereka bahkan menyatakan bahwa sebelum pengajuan somasi, pihak TA Pro sempat melarang mereka untuk menandatangani kontrak dengan siapapun.

"Sampai mobil kejual nunggu ini itu segala macem, jadi saya bingung. Kita mau ambil job kan takut kan. Jadi saya bingung. Mereka berulang kali mediasi ke kantor si Tama, si Izzi, si Bebe, si Baim beramai-ramai, tapi enggak ada hasilnya. Dan disurat somasi itu mereka mengizinkan mau kontrak sama siapa saja," tutur Andika.

"Loh kenapa baru sekarang? Gimana dengan kemarin-kemarin itu? Buat saya itu aja. Saya kan enggak tahu. Saya tegasin saja," tegasnya.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini