Lewat flashback dari POV Larasati, terungkap bahwa Kenzi menyerahkan USB rekaman CCTV kepada Larasati. Ia juga mengaku bahwa dialah yang menghapus bukti di vila dan pasrah ditampar.
Pengacara Larasati menilai bukti itu masih lemah karena wajah Marvin tidak jelas dan bisa dituduh hasil AI. Di sasana, Kenzi mengembalikan koper kepada Prayoga dan berkata, “Manusia selalu punya pilihan".
Prayoga tahu Kenzi bukan pencuri dan menolak saran Marvin untuk menghabisinya. Kenzi pun pergi dengan lega. Di rumah Prayoga, Clara membakar foto USG dan baju bayi lalu mendesak Marvin menyerahkan diri.
Marvin menolak dan memanipulasi Clara sampai ia menurut. Sera dan Lita pulang ke apartemen yang kini menjadi TKP. Sera ragu menghubungi Sena karena takut berurusan dengan polisi lagi, sementara Lita cemas soal catatan kriminalnya.
Sementara itu Sera menegur pihak keamanan apartemen dan bertemu Larasati, pemilik gedung, yang menawarkan mendukung Sera melawan Marvin.