JAKARTA - Hakeem, seorang Hafiz Quran berusia 7 tahun asal Sumatera Selatan terlahir dengan bibir sumbing. Sang ibu mengaku, sebenarnya sudah mengetahui kondisi bayinya sejak di dalam kandungan.
Dokter pun sudah memperingatkan bahwa bayinya akan terlahir tak sempurna. Namun bagi sang ibu, Hakeem adalah anak yang telah dinanti kehadirannya selama 7 tahun. Sempat kecewa, namun ibunya disadarkan oleh satu kalimat dari sang ayah.
“Hakeem ini belum lahir. Kok kita sudah sombong mendahului Allah?” ujar sang ibu menirukan ucapan suaminya tentang kelahiran Hakeem. Kata-kata sang suami membuat sang ibu mulai menerima keadaan yang tak sesuai ekspektasinya.
Setelah Hakeem lahir, ibu dan ayahnya berusaha mencurahkan kasih sayang di tengah kekurangan fisiknya. Hingga suatu hari dokter Pipit Hendriyani bersedia melakukan operasi bibir sumbing pada Hakeem.
Pipit merupakan ibu dari Keanu, alumni Hafiz Indonesia 2021, yang mendedikasikan hidupnya untuk melakukan operasi bibir sumbing pada anak-anak di seluruh Indonesia. Setelah berusia beberapa bulan, Hakeem pun menjalani operasi bibir.
Mujizat tidak berhenti sampai di situ. Saat berusia 3 tahun, Hakeem sudah bisa membaca Alquran. Pipit kemudian menyarankan agar Hakeem berlatih membaca Alquran.
Terkait hal tersebut, Pipit mengaku, punya alasan tersendiri. Berdasarkan informasi yang didapatkannya, terapi wicara dengan huruf hijaiyah dapat membantu anak-anak dengan latar belakang bibir sumbing bisa berbicara dengan baik pascaoperasi.