Prayoga memberi Marvin waktu hingga akhir bulan untuk membuktikan bisa menafkahi Clara, dengan pilihan “menghilang atau dihilangkan”, dan menegaskan Marvin berutang nyawa pada Kenzi. Kembali ke masa kini, Clara menanyakan apakah masih ada cinta di antara mereka. Marvin memeluknya dan mengajak mulai dari awal, tetapi wajahnya langsung dingin dan penuh perhitungan.
Di Act Three, perpisahan di lobi apartemen penuh keramaian: Bebeto memberi makanan kepada Larasati sebagai ucapan terima kasih “ibu kos”, dan Larasati yang tak pernah diperlakukan begitu hanya bisa canggung dan terharu. Si Buyung sempat mogok sehingga Bebeto berharap menginap lagi, tetapi mobil akhirnya menyala dan mereka pergi. Sera menatap kepergian mereka dengan senyum yang perlahan hilang.
Larasati kemudian menghentikan Sera di depan penthouse dan menyuruhnya melihat berita yang sedang trending, yaitu kasus penggelapan pajak Prayoga. Ia menutup dengan sapaan “Selamat malam, Sera Maharani”, yang menandakan ia tahu siapa Sera sebenarnya.
Di penthousenya, Larasati menangis sambil memakan bekal pemberian Bebeto, teringat putranya, Bram kecil, yang dulu berpamitan sebelum berangkat sekolah. Di rumah Prayoga, Marvin mengembalikan ponsel Clara dan memintanya tidak membaca berita buruk soal dirinya serta menjaga pernikahan dari “pihak ketiga”. Setelah Marvin pergi menemui Bimo, Clara melihat notifikasi penarikan dana 720 juta di mobile banking-nya. Sera dan Lita membaca pengumuman pembatalan Raga Championship.
Sera menduga ada orang dalam yang membocorkan data lalu digoreng buzzer, dan pelakunya adalah orang yang kehilangan hal paling berharga dalam hidupnya. Episode berakhir di kontrakan Kenzi: pintu sudah terbuka, dan saat Kenzi, Bebeto, dan Alea masuk, Bimo, Marvin, dan tiga anak buah Bimo sudah menunggu di ruang tengah.