JAKARTA - Perjalanan menuju panggung besar KDI 2025 tak hanya soal kemampuan bernyanyi. Di balik setiap suara, ada cerita tentang keluarga, kehilangan, harapan, dan mimpi yang terus diperjuangkan.
Dari Sarolangun, Fila Yudra mencoba peruntungannya di panggung KDI 2025. Perjuangannya disertai doa dan semangat dari keluarga yang tidak pernah putus.
Sementara itu, Keyla Amerda dari Gresik hadir membawa kekuatan yang berbeda. Ia tak hanya bernyanyi, tetapi juga menghayati setiap lagu dengan hati.
Emosi yang dia sampaikan membuat setiap penampilannya terasa dekat, seolah berbicara langsung kepada penonton. Sementara itu, dari Pekalongan ada Raini yang tumbuh dalam ruang penuh cinta dan lagu.
Kedekatannya dengan sang ibu menjadi ikatan yang kuat, menyatukan suara dan rasa dalam satu mimpi yang terus ia lanjutkan. Raini tidak hanya bernyanyi untuk tampil, tapi untuk menjaga harapan tetap hidup.
Kisah lain datang dari Novita asal Ciwidey. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, ia sudah bernyanyi untuk bertahan hidup. Saat sang ayah tiada, Novita berjuang menjadi segalanya dalam keluarga.
Dari Mukomuko, Bela membawa perjuangan yang menggetarkan hati. Ia bernyanyi tak hanya untuk diri sendiri, tetapi demi masa depan sang adik.
Panggung KDI 2025 menjadi jawaban dari doa yang ia panjatkan, sekaligus langkah nyata untuk mengubah hidup keluarganya. Riko Tualepe asal Maluku juga memiliki kisah tak kalah menarik.
Tumbuh tanpa sosok ayah, justru membuat Riko jadi laki-laki tangguh. Mewarisi bakat bernyanyi dari sang ayah, dia mampu melaju dari pasar menuju panggung impian.