Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perjuangan, Mimpi, dan Harapan Menggema di Panggung KDI Gerbang 8

Siska Maria Eviline , Jurnalis-Jum'at, 16 Januari 2026 |18:30 WIB
Perjuangan, Mimpi, dan Harapan Menggema di Panggung KDI Gerbang 8
Perjuangan, Mimpi, dan Harapan Menggema di Panggung KDI Gerbang 8. (Foto: MNC Media)
A
A
A

JAKARTA - Kontes Dangdut Indonesia (KDI) Gerbang 8 tak sekadar ajang adu kualitas vokal. Panggung ini juga menjadi wadah bagi mereka yang ingin memperjuangkan mimpi, harapan, dan masa depann.

Setiap nada yang dinyanyikan menggambarkan kisah hidup penuh makna yang dijalani setiap kontestan. Seperti yang dialami Tika Tisya, kontestan asal Muara Enim, Sumatera Selatan.

Perpisahan orangtua mengubah jalan hidup Tika. Dalam kondisi tak mudah, dia harus berusaha bertahan dan menguatkan diri. Tekadnya untuk mewujudkan mimpi pun membawanya ke panggung KDI.

Di lain pihak, Fitri asal Makassar, Sulawesi Selatan memilih tekun dan konsisten dalam mewujudkan mimpinya. Latihan keras disertai doa dan dukungan keluarga, menjadi kekuatannya berdiri di panggung KDI.

Sementara itu, Arina Shafa dari Lubuklinggau, Sumatera Selatan harus membagi waktu antara menyelesaikan sekolah dan mengembangkan bakat bernyanyinya. 

Di usia muda, Arina menyimpan mimpi besar untuk bertemu kembali dengan sang ayah setelah bertahun-tahun terpisah. Panggung KDI menjadi harapan yang ia genggam dengan sepenuh hati.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita celebrity lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement