Share

Suku Tengger dan Keindahan Bromo dalam Film Kejar Mimpi Gaspol

Lintang Tribuana, Okezone · Senin 08 Agustus 2022 00:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 07 206 2643605 suku-tengger-dan-keindahan-bromo-dalam-film-kejar-mimpi-gaspol-0nUHKDTnSE.jpeg Tora Sudiro dan Asri Welas (Foto: Film Kejar Mimpi Gaspol)

JAKARTA – Gunung Bromo dianggap suci oleh masyarakat Tengger. Nama Bromo sendiri diambil dari nama dewa utama umat hindu yaitu Brahma.

Gunung Bromo dengan keindahan alamnya yang menakjubkan, menjadikan objek Pariwisata di Provinsi Jawa Timur ini sangat populer di kalangan wisatawan lokal maupun mancanegara.

Film Kejar Mimpi Gaspol

Semua keistimewaan yang dimiliki Gunung Bromo ini yang akhirnya membuat PT. Anak Bangsa Berkreasi tertarik untuk memanfaatkan keindahan Gunung Bromo dalam produksi film perdananya berjudul Kejar Mimpi, Gaspol! PT ABB bangga ikut menggalakkan salah satu objek pariwisata Indonesia dengan menyuguhkan keindahan alam Gunung Bromo ini dalam film mereka.

“Kami coba menggabungkan keindahan, budaya dan keseharian masyarakat Tengger dalam balutan drama komedi dalam film Kejar Mimpi, Gapol!,” jelas Eksekutif Produser PT. ABB Albest Suyipto. Film ini turut dibintangi oleh Tora Sudiro hingga Asri Welas.

Gunung Bromo memiliki kawah dengan panjang diameter sekitar 800 meter dari utara ke selatan dan 600 meter dari barat ke timur.

Udaranya yang sejuk dan kebudayaan masyarakatnya yang telah berabad- abad dipelihara dan dilestarikan semenjak kerajaan Majapahit, membuat banyak insan perfilman yang tertarik menjadikan Bromo sebagai salah satu lokasi syuting film mereka.

Fenomena keindahan matahari terbit dari Gunung Bromo menarik perhatian banyaknya insan manusia untuk menyaksikan langsung momen ini.

Untuk dapat menikmati keindahan ini, kita harus menaiki 250 anak tangga. Jika dirasa melelahkan untuk menaiki anak tangga tersebut, dapat menyewa kuda-kuda milik warga yang memang disewakan untuk para wisatawan.

Ada hamparan kawah pasir yang terbentang sepanjang di sisi Gunung Bromo, yang terkenal dengan sebutan Pasir Berbisik. Beberapa bangunan yang berdiri di sekitar kawasan ini. Salah satunya adalah bangunan Poten. Bangunan kokoh yang berdiri di tengah lautan pasir ini menjadi tempat beribadah yang digunakan masyarakat Suku Tengger. Arsitektur bergaya Hindu Bali sangat melekat pada bangunan ini. Di setiap gerbang pintunya dijaga patung dengan bentuk singa yang terlihat seperti sedang menyambut kedatangan.

Keindahan alam Bromo lainnya dapat kita temukan dan nikmati di beberapa destinasi seperti : Penanjakan, Bukit Kingkong, Bukit Cinta, Seruni Point, Lembah Widodaren, Kawah Bromo, Gunung Batok, Pura Luhur, Pasir Berbisik dan Savana/Bukit Teletubbies dengan ditemani suhu udara 3-20 derajat Celcius, bahkan bisa mencapai suhu minus 0 derajat Celcius pada bulan Agustus. Untuk itu, pastikan tubuh kita untuk tetap hangat.

Ritual keagamaan suku Tengger menambah keunikan Gunung Bromo. Salah satu ritual yang digelar Suku Tengger di sini setiap tahunnya adalah ritual Yadnya Kasada.

(aln)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini