Share

Kartika Putri Kantongi 7 Nama dalam Kasus Dugaan Penggelapan Sertifikat Tanah Keluarganya

Selvianus, MNC Portal · Rabu 13 Juli 2022 17:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 13 33 2629023 kartika-putri-kantongi-7-nama-dalam-kasus-dugaan-penggelapan-sertifikat-tanah-keluarganya-Li8wz0TU1m.jpg Kartika Putri (Foto: Instagram)

ARTIS Kartika Putri mengalami kejadian serupa dengan Nirina Zubir. Penggelapan sertifikat tanah yang menimpa keluarganya, membuat istri Habib Usman ini melakukan pelaporan di Polres Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/7/2022).

Usai membuat laporan terkait penggelapan sertifikat tanah keluarganya, ibu satu anak ini membeberkan bahwa sejauh ini pihaknya telah mengantongi tujuh nama orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Namun artis 31 tahun belum memastikan ketujuh nama tersebut. Pasalnya dalam pemeriksaan nanti, kemungkinan akan berkembang dan menghadirkan pihak-pihak lain yang ikut terlibat.

"Ada 7, akan bertambah terus sepanjang perjalanan. Saat BAP lebih jelas, biar pihak kepolisian nanti memberitahukan," kata Kartika Putri saat ditemui di Polres Bogor Jawa Barat, Rabu (13/7/2022).

Kendati demikian, Kartika pun menjelaskan kalau ia menduga ada oknum-oknum yang bermain dalam kasus penggelapan sertifikat tanah. Tetapi seiring dengan laporannya ke Polres Bogor, semua oknum-oknum terlibat bakal diselidiki.

Kartika Putri

Sehingga tak butuh waktu lama, pihak kepolisian akan mengungkapkan oknum-oknum yang ikut terlibat. Diduga kuat adanya campur tangan dari kedua notaris kepercayaan mendiang sang ibu.

"Ya pasti ada oknumnya, pasti ada 2 oknum notaris diduga membantu oknum mafia tanah diduga bekerjasama, bermain dan mengarahkan ini semua," jelasnya

Tak hanya sampai disitu, bintang film 308 ini juga mengatakan jika pihaknya telah mempunyai bukti-bukti yang kuat. Nantinya bakal diserahkan kepada pihak kepolisian dalam mengungkap kasus penggelapan sertifikat tanah yang menimpa keluarga mereka.

Meskipun memiliki bukti-bukti yang terbilang sangat lengkap. Ibu dua anak mengaku kalau pihaknya tetap menunggu jadwal pemeriksaan, setelah laporan mereka diterima oleh pihak kepolisian.

"Bukti ada banyak, kita lampirkan adalah keterangan ahli waris salah digunakan, akta otentik ahli waris yang salah digunakan. Akta kuasa jual beli palsu, karena kita tidak pernah hadir," tambahnya.

"Ada bukti penerimaan dari oknum notaris diduga menerima sertifikat. Lengkap bukti-buktinya bahkan komunikasi kita terkait oknum kita lampirkan, pastinya di saat BAP. Tunggu saja jadwal bap-nya," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini