Share

Adam Deni Dituntut 8 Tahun Penjara dalam Kasus UU ITE

Ravie Wardani, Jurnalis · Senin 30 Mei 2022 17:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 30 33 2602701 adam-deni-dituntut-8-tahun-penjara-dalam-kasus-uu-ite-J38UgxHdLW.jpg Adam Deni (Foto: MPI)

JAKARTA - Kasus dugaan pengunggahan dokumen tanpa izin yang menjerat Adam Deni kembali disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Senin (30/5/2022).

Sidang kali ini beragendakan pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Adam Deni dan Ni Made Dwita Anggari pun hadir mengikuti sidang secara langsung.

Dalam tuntutannya, JPU menilai bahwa Adam Deni terbukti secara sah bersalah dan meyakinkan melanggar ketentuan yang terdapat dalam dakwaan primer.

Adam Deni

Sebelumnya, JPU mendakwa Adam Deni dan Ni Made Dwita telah melanggar ketentuan dalam Pasal 48 ayat (3) jo Pasal 32 ayat (3) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

JPU juga menjelaskan hal yang memberatkan dan meringankan kedua terdakwa. Mereka dinilai tidak memiliki rasa penyesalan atas perbuatan tersebut.

"Hal-hal yang memberatkan para terdakwa tidak menunjukan penyesalan dalam persidangan, tidak berbuat baik dengan adanya keributan di pengadilan ini, para terdakwa berbelit-belit dalam menyampaikan keterangan," kata JPU.

"Hal yang meringankan terdakwa belum pernah terjerat kasus hukum," tambahnya.

Berdasarkan pertimbangan, JPU pun menuntut hukuman 8 tahun penjara untuk kedua terdakwa kepada majelis hakim.

"Menjatuhkan pidana terhadap Adam Deni Gearaka dan Ni Made Dwita Anggari, masing-masing 8 tahun penjara dikurangi dengan masa penahanan yang sudah dijalani," ujar jaksa dalam tuntutannya.

Selain itu, baik Adam Deni maupun Ni Made Dwita masing-masing dikenakan denda Rp1 Miliar. Apabila denda tersebut tak dibayarkan, maka denda tersebut diganti dengan masa tahanan selama 5 bulan penjara.

"Denda Rp. 1 milyar dengan ketentuan jika tidak dibayarkan maka diganti dengan pidana 5 bulan," ungkap JPU.

Hakim kemudian mempersilahkan pihak terdakwa untuk menyampaikan nota pembelaan pekan depan.

Hanya saja, kuasa hukum Adam Deni mengaku berhalangan hadir pada waktu yang telah ditentukan.

"Kami minta sidang berikutnya Selasa atau Rabu, yang mulia kebetulan ada sidang pemeriksaan saksi dan saya harus ada di sana, saya diminta untuk hadir," ungkap Herwanto.

Majelis hakim lantas memahami alasan tersebut sehingga sidang bakal dilanjutkan pada Selasa, 7 Juni 2022.

Seperti diketahui, Adam Deni dilaporkan oleh Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni. Ia dipolisikan usai diduga mengunggah dokumen pembelian sepeda milik Ahmad Sahroni.

Bersama rekannya, Ni Made Dwita Anggari, Adam didakwa dengan Pasal 48 ayat (3) jo Pasal 32 ayat (3) atau Pasal 48 ayat (1) jo Pasal 32 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Adam Deni sudah mengajukan eksepsi atas dakwaan tersebut. Namun, dalam putusan sela, majelis hakim menolak eksepsi kekasih Elsya Rosana tersebut.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini