KPI Izinkan Saipul Jamil Tampil di Televisi, Asal....

Vania Ika Aldida, Jurnalis · Kamis 09 September 2021 12:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 09 33 2468646 kpi-izinkan-saipul-jamil-tampil-di-televisi-asal-s4vT0zSoyH.jpg Ketua KPI, Agung Suprio di Podcast Deddy Corbuzier (Foto: IG Deddy)

JAKARTA - Agung Suprio, Ketua KPI Pusat mengatakan bahwa dirinya dan KPI tidak melarang pedangdut Saipul Jamil untuk tampil di televisi. Hal tersebut berkaitan dengan Hak Asasi Manusia (HAM), mengingat mantan suami Dewi Perssik itu memang merupakan pencari nafkah di dunia hiburan.

Akan tetapi, ada beberapa hal yang patut untuk diperhatikan oleh Saipul Jamil sebelum tampil di televisi. Salah satunya, ia hanya bisa menghadiri undangan sebagai narasumber untuk kepentingan edukasi.

Baca Juga:

Sebut Aksi Boikot Saipul Jamil Berlebihan, Nikita Mirzani: Gue Bukan Membela

Sudah Hapus Video Bareng Saipul Jamil, Gilang Dirga Kesal Masih Dihujat Netizen

Saipul Jamil Dijemput Pakai Mobil Mewah Keluar dari Tahanan

"Kita mengecam glorifikasinya. Kedua, dia bisa tampil dengan kepentingan edukasi. Misalnya dia hadir sebagai bahaya predator, kalau untuk hiburan belum bisa," tegas Agung Suprio dalam Podcast milik Deddy Corbuzier.

Agung menyebut bahwa dirinya sempat dituding mematikan rejeki orang lantaran melarang Saipul Jamil tampil di televisi. Hal itulah yang membuatnya juga mendapatkan kritik dari penggiat HAM.

Meski begitu, Agung menyebut bahwa masyarakat harus bisa membedakan antara melarang dan membatasi. Sebab, Saipul Jamil tetap diperbolehkan tampil dimanapun, dengan catatan memberikan edukasi kepada masyarakat.

"Di IG gue sampai ada yang komentar, 'Pak jangan matiin rejeki orang, mata pencaharian orang' meskipun minoritas. Intinya kita mengakomodasi kepentingan publik, dalam hal ini kepentingan mayoritas. Kalau kita bicara publik, mana yang paling berisik, yang paling besar suaranya, kita akomodasikan," jelasnya.

"Itu yang kemudian memang ada penggiat HAM yang mengkritik, tapi ini lawannya adalah etika, kepatutan itu. Kita singkirkan HAM sementara, toh dia tetap boleh tampil, bukan tidak boleh tampil sama sekali. Boleh tampil tapi dalam konteks edukasi. Wawancara boleh. Lo bisa manggil dia, cerita, mungkin dia belok atau apa, bisa. Jadi gue nggak melarang, tapi membatasi. Jadi harus dipahami," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini