Janji Pemerintah Selamatkan Industri Perfilman Indonesia yang Terdampak Pandemi Covid-19

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Rabu 10 Maret 2021 16:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 10 206 2375650 janji-pemerintah-selamatkan-industri-perfilman-indonesia-yang-terdampak-pandemi-covid-19-P842CW96n5.jpg Insan film bertemu Presiden Joko Widodo (Foto: IG Chand Parwez)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo akhirnya menyambut baik usulan penyelamatan industri perfilman Indonesia yang diajukan pelaku industri. Dia kemudian mengundang beberapa insan film ke Istana Negara, Jakarta Pusat untuk membahas hal tersebut.

Dalam pertemuan itu insan perfilman mengajukan lima permintaan ke pemerintah, diantaranya Stimulus untuk distribusi film lewat dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan mekanisme yang transparan, kampanye "Kembali Menonton di Bioskop" berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Satgas Covid-19 untuk menghilangkan stigma negatif menonton bioskop di kala pandemi, keringanan pajak hiburan atas bisnis film Indonesia, langkah cepat, nyata, dan tegas memberantas pembajakan film, dan percepatan vaksinasi bagi para pekerja industri film.

Baca Juga:

Usai Temui Insan Perfilman, Manoj Punjabi Berharap Jokowi Datang ke Bioskop

Presiden Jokowi Bahas Industri Film Bersama Reza Rahadian hingga Marcella Zalianty

Insan film bertemu Presiden Jokowi

Jokowi pun kemudian meminta langkah konkret pemetaan stimulus dan rancangan penyebarannya yang dapat dipertanggungjawabkan. Presiden menyatakan akan segera berkoordinasi dengan kementerian-kementerian terkait untuk menyusun paket stimulus seraya terus berkomunikasi dengan pelaku industri seiring dengan usaha penanggulangan Covid-19, vaksinasi, dan pemulihan ekonomi nasional.

Di sisi lain, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno yang turut dalam pertemuan mengatakan kementeriannya akan melakukan sertifikasi CHSE (Cleanliness (kebersihan), Health (kesehatan), Safety (keselamatan) and Environmental sustainability (pelestarian lingkungan) (CHSE)) untuk bioskop seperti yang dilakukan di sektor pariwisata lainnya untuk meyakinkan penonton.

Pemerintah Pusat juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mulai melakukan pembukaan bioskop-bioskop di area kuning yang belum dibuka. Untuk menangani pembajakan, Presiden Joko Widodo akan segera membuat satuan kerja yang merupakan gabungan antara Kepolisian Republik Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Terakhir untuk vaksinasi, Menteri Sandiaga Uno sedang dilakukan pendataan hingga 14 Maret 2021 berkoordinasi dengan Badan Perfilman Indonesia (BPI) dan vaksinasi bisa dimulai awal April 2021.

Ketua Badan Perfilman Indonesia, Chand Parwez pun mengungkapkan rasa terima kasihnya atas respons cepat pemerintah. Dia juga mengungkapkan pihaknya siap bekerjasama untuk menyiapkan langkah konkret dan strategi yang matang untuk kembali memajukan film Indonesia.

"Semoga setiap langkah konkret koordinasi pemerintah pusat, daerah, dan pelaku industri akan mengembalikan film Indonesia kembali berjaya di bioskop dan menempati hati penonton tercintanya," kata Chand Parwez dalam keterangan resminya, Rabu (10/3/2021).

"Bagi kami film Indonesia adalah bakti kami untuk negeri dan kami siap bekerjasama serta menyiapkan langkah konkret dan strategi yang matang bersama pemerintah," imbuhnya.

Industri perfilman Indonesia diketahui menduduki peringkat sepuluh dunia sebagai pasar film terbesar di dunia sebelum pandemi. Film Indonesia memiliki nilai sebesar 500 juta dollar AS di akhir tahun 2019. Kini perfilman pun menderita penurunan sebesar 97 persen di kala pandemi sepanjang tahun 2020.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini