"Film Satu Jiwa Untuk Indonesia (Darah Biru Arema 2) menjadi sebuah karya nyata dari konsep kolaborasi yang dilakukan beberapa komunitas serta start up di Malang.” Ujar Vicky Arief, produser film Satu Jiwa Untuk Indonesia (Darah Biru Arema 2).
Film ini menceritakan soal fanatisme fans Arema. Bagaimana seorang fans dengan problematikanya menyikapi situasi klub sepak bola idolanya dan industrinya. Hal yang relevan untuk saat ini melihat kondisi industri sepak bola yang mengkhawatirkan.
"Melalui film Satu Jiwa Untuk Indonesia (Darah Biru Arema 2) ini cita-cita kami adalah mengawal "fanatisme" melalui bahasa-bahasa kebudayaan dengan mengulik kehidupan supporter yang sejatinya penuh dengan kesederhanaan, dan rasa persaudaraan,” ungkap Taufan Agustyan, sutradara Satu Jiwa Untuk Indonesia (Darah Biru Arema 2).
Satu Jiwa Untuk Indonesia (Darah Biru Arema 2) menggambarkan kehidupan sehari-hari tiga supporter bagaimana mereka menghadapi tantangan hidup ketika PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) memutuskan untuk membatalkan semua pertandingan. Itu membuat mereka menyadari apa arti Arema bagi mereka.
"Ideosource Entertainment mempunyai misi untuk ikut mendukung perkembangan film daerah dan film komunitas. Kami pun yakin para sineas daerah punya talenta yang nantinya bisa bersaing secara nasional atau pun internasional," ujar CEO Ideosource Entertainment, Andi S Boediman.
(aln)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri