nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kontroversi Trailer The Santri, PBNU: Tidak Perlu Berpolemik

Rena Pangesti, Jurnalis · Kamis 19 September 2019 15:48 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 19 206 2106858 kontroversi-trailer-the-santri-pbnu-tidak-perlu-berpolemik-5HofH9mxAA.jpg Trailer The Santri (Foto: Youtube Trailer The Santri)

JAKARTA – Polemik trailer film The Santri yang dianggap tidak mencerminkan sosok pelajar yang menimba ilmu di pesantren akhirnya ditanggapi PBNU. Sebagai penggagas ide film ini, lembaga yang diwakili Imam Pituduh, eksekutif produser meminta masyarakat agar tidak menghakimi film yang bahkan belum memulai syuting.

“Tidak perlu berpolemik, tonton dan tunggu dulu filmnya secara utuh. Kami juga mengundang teman-teman diskusi tentang alur cerita ini,” tutur Imam dalam pesan singkatnya kepada Okezone, Kamis (19/9/2019).

Imam Pituduh menerangkan PBNU terlibat dalam proses penggarapan film The Santri. Dimulai dari tahap pra, produksi, dan pasca film ini dirilis nantinya. Termasuk pula saat mereka meluluskan trailer film ini ke masyarakat.

 The santri

Baca Juga: Soroti Adegan Masuk Gereja di Film The Santri, Ustadz Abdul Somad: Haram

“Pada tahap penggarapan filmnya, dilakukan dengan proses diskusi bersama-sama dengan pihak kru, NU Channel, dan Live Zheng, sutradaranya,” imbuh Imam.

Kehadiran Livi Zheng sebagai sutradara turut pula menuai pertanyaan. Saat dirinya yang merupakan non muslim menggarap film bernuansakan islami.

Mengenai hal tersebut, Imam menjelaskan jika Islam pun mengajarkan saling menghormati satu dengan lainnya dan sebetulnya tidak perlu dijadikan sebagai masalah besar.

“The Santri sebagai film yang menjunjung nilai kebhinekaan dan kebangsaan menjadi semangat para santri. Toleransi beragama sebagai warga negara adalah potret yang ditampilkan sebagai khazanah peradaban di film ini,” paparnya.

Baca Juga: Kontroversi Berlanjut, Muncul Petisi Boikot Film The Santri

Imam Pituduh menambahkan bahwa film ini juga sebagai motivasi santri mengejar mimpi mereka.

The Santri

Film ini mengedepankan semangat mewujudkan impian dan hubungan pertemanan,”

Meski telah terjadi protes dari berbagai pihak, namun PBNU akan terus menjalankan film ini. Tidak ada akan perubahan ide cerita apalagi pergantian para pemain film The Santri.

“Dengan izin Allah, kami akan tetap lakukan sesuai rencana dengan memulai syuting pada bulan Oktober,” jelasnya.

Seperti diketahui kritik pedas dilontarkan Ustadz Maaher At Thuwailibi kepada film The Santri. Melalui unggahan di Facebook, sang ustadz mengganti nama judul film tersebut dengan ‘The Go***k’.

“Film mengandung adegan saling tatap lelaki dan perempuan bukan mahrom. Lalu berduaan di dalam hutan, masuk gereja bawa tumpeng kasih pendeta dan lain-lain,” ujar Ustadz Maheer At Thuwailibi pada 16 September lalu.

Ia menambahkan, pemilihan Livi Zheng sebagai sutradara keturunan Tionghoa dan non-muslim juga menjadi bahan kritikan.

Baca Juga: Dinar Candy Klaim Rugi 50 Juta dari Pria Bule yang Sebar Foto Syurnya

“Parahnya lagi mengatasnamakan santri. Santri mana? Santri liberal? Pemainnya setengah murtad, penontonnya dungu berkarat!” imbuhnya.

Kini polemik itu semakin melebar dengan munculnya petisi memboikot film yang dibintangi putri Ustadz Yusuf Mansur, Wirda. Muhammad Saleh, menjadi pencetus petisi yang dibuat melalui Change.or.id.

 

Sejak petisi itu tersebar pada 16 September, telah ada 169 orang menandatangani dan menyetujui agar film tersebut di boikot.

1
3
BERITA FOTO
+ 15

Malam Nominasi Festival Film Indonesia 2015

Malam Nominasi Festival Film Indonesia 2015 yang digelar di Plaza Indonesia, Jakarta, Kamis (12/11/2015). Pada acara tersebut, ada 21 kategori yang terdaftar dan pemenang akan diumumkan pada malam puncak yang digelar 23 November nanti.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini