“The Santri sebagai film yang menjunjung nilai kebhinekaan dan kebangsaan menjadi semangat para santri. Toleransi beragama sebagai warga negara adalah potret yang ditampilkan sebagai khazanah peradaban di film ini,” paparnya.
Baca Juga: Kontroversi Berlanjut, Muncul Petisi Boikot Film The Santri
Imam Pituduh menambahkan bahwa film ini juga sebagai motivasi santri mengejar mimpi mereka.

Film ini mengedepankan semangat mewujudkan impian dan hubungan pertemanan,”
Meski telah terjadi protes dari berbagai pihak, namun PBNU akan terus menjalankan film ini. Tidak ada akan perubahan ide cerita apalagi pergantian para pemain film The Santri.
“Dengan izin Allah, kami akan tetap lakukan sesuai rencana dengan memulai syuting pada bulan Oktober,” jelasnya.
Seperti diketahui kritik pedas dilontarkan Ustadz Maaher At Thuwailibi kepada film The Santri. Melalui unggahan di Facebook, sang ustadz mengganti nama judul film tersebut dengan ‘The Go***k’.
“Film mengandung adegan saling tatap lelaki dan perempuan bukan mahrom. Lalu berduaan di dalam hutan, masuk gereja bawa tumpeng kasih pendeta dan lain-lain,” ujar Ustadz Maheer At Thuwailibi pada 16 September lalu.