nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tampil di 13 Negara, Mo Sidik Siap Akhiri World Tour di Jakarta

Lidya Hidayati, Jurnalis · Selasa 28 November 2017 18:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 28 33 1822074 tampil-di-13-negara-mo-sidik-siap-akhiri-world-tour-di-jakarta-GEJr9JqC5P.jpg Mo Sidik (Foto: Lidya/Okezone)

JAKARTA – Jarang terlihat di layar kaca sepanjang 2017, komika Mo Sidik ternyata sibuk melakukan tur dunia. Lelaki berbadan tambun itu diketahui tengah menggelar world tour di 13 negara, sejak Maret 2017.

Setelah delapan bulan lebih berkeliling kota di berbagai negara, world tour Mo Sidik kini mendekati akhir. Awal Desember nanti, pemilik nama asli Mohamad Ali Sidik Zamzami tersebut siap menutup tur dunianya di Jakarta.

Baca Juga: Daftar Lengkap Nominasi Anugerah Dangdut Indonesia 2017

“Kesibukannya, tur dunia. Jadi kami mengunjungi 13 negara, 20 kota, sama 38 pertunjukan. (Tur) dimulai pada Maret 2017, di Tokyo. Eropa ada 3 kota, yaitu London, Glasgow, Edinburgh. Lainnya di negara Asia seperti China, Hong Kong, Brunei Darussalam. Penutupnya nanti tanggal 2 Desember 2017 di Jakarta,” kata Mo Sidik saat berkunjung ke Okezone.

Menggelar tur dunia untuk pertama kalinya, Mo Sidik melakukan banyak persiapan, baik fisik maupun materi stand up. Di antara persiapan materi dan fisik tersebut, komika yang sempat menjadi penyiar radio di Bandung itu lebih fokus pada persiapan fisik.

“Kalau soal materi, saya sudah melakukan persiapan cukup lama. Kemarin itu, saya lebih fokus pada kesehatan. Soalnya kan gue overweight ya. Ada total 38 pertunjukan, kalau saya sakit bisa berhenti di tengah jalan. Jadi, saya workout. Pakai dokter juga,” ungkap Mo Sidik.

Lalu apa tantangan Mo Sidik menjalankan world tur tahun ini? Dia mengatakan, perbedaan kultur menjadi masalah utama. Untungnya, topik yang diangkat Mo Sidik cukup universal sehingga sedikit mengikis perbedaan budaya tersebut.

Baca Juga: Gara-Gara Narkoba, Ello Tak Bisa Rayakan Natal Bersama Keluarga

“Kalau di luar negeri, kesulitannya yang pertama, kultur beda. Alhamdulillah, saya berseloroh tentang kegemukan ternyata itu topik yang universal. Saya sangka, ukuran segede ini normal di London. Eh ternyata tetap aja enggak normal," tuturnya. 

Dia menambahkan, "Kesulitan lainnya lebih ke saya enggak dikenal di beberapa negara. Jadi saya harus promosi jauh lebih keras.” (lid)

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini