Sebarkan Semangat Cinta, Slank Isi Konser Perdamaian di Poso

Miftahul Khoiriyah, Jurnalis · Rabu 25 Oktober 2017 21:11 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 25 205 1802426 sebarkan-semangat-cinta-slank-isi-konser-perdamaian-di-poso-7DwQh5Hddd.jpg Slank (Foto: Sabki/Okezone)

JAKARTA - Festival Pesona Danau Tektonik Poso (FPDTP) kembali digelar pada 6 sampai 8 November 2017. Di perayaan ke-20 tahun ini, grup band Slank didaulat sebagai salah satu bintang tamu.

Slank dipastikan menutup Festival Pesona Danau Tektonik Poso dengan membawakan lebih dari 20 tembang lagu terhits. Selain Slank, grup band Ungu juga menjadi bagian dari bintang tamu yang tampil pada 5 November dengan formasi lengkap.

(Baca Juga: Thor: Ragnarok Akhirnya Hadir, Yuk Kenali 5 Karakter Barunya)

(Baca Juga: Bayar Pajak hingga Rp2.5 Miliar, Darimana Saja Penghasilan Deddy Corbuzier?)

Sang vokalis, Kaka, menganggap bahwa konsernya tersebut bisa menjadi salah satu pengisi perdamaian di Poso. Pria berusia 34 tahun ini merasa bahwa budaya bisa mewarnai kondisi di Poso yang sempat berada pada kondisi tak mengenakkan pada tahun 1998.

"Gue percaya banget pendekatan budaya paling ampuh menyelesaikan konflik dan untuk mengisu kondisi. Istilahnya ini gerakan mewarnai Poso, salah satunya kegiatan reuni. Konsernya Ungu, konsernya Slank ini kegiatan mewarnai Poso yang notabennya ada di kondisi nol. Kita sama-sama move on kondisi kelabu jadi putih dan terang jadi warna beraneka ragam," ujarnya di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (25/10/2017).

(Baca Juga: Ditinggal Laudya Cynthia Bella Kerja ke Korea, Engku Emran Kelaparan)

(Baca Juga: Terungkap, Alasan Didi Mahardika Sudahi Kisah Asmara dengan Vanessa Angel)

Seperti diketahui, tragedi yang disebut sebagai Kerusuhan Poso sempat terjadi selama beberapa tahun karena konflik agama. Selanjutnya Kaka menyebut bahwa menjaga perdamaian merupakan tanggung jawab seluruh pihak. Tak perlu memandang perbedaan ras maupun agama, bangsa Indonesia diharapkan bisa terus berdamai dan bersatu untuk kemajuan negara.

"Harusnya kita semua begitu, harusnya bangsa ini sama-sama membangun setiap general, semua juga harusnya saling berangkulan," paparnya.

"Perdamaian harusnya kita semua bangsa ini sama-sama ngebangun setiap jengkal dan semua harusnya saling merangkul," pungkas pria bernama lahir Akhadi Wira Satriaji ini.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini