Alasan Poppy Dharsono Lapor Polisi

Vania Ika Aldida, Jurnalis · Jum'at 19 Februari 2016 23:15 WIB
https: img.okezone.com content 2016 02 19 33 1316801 alasan-poppy-dharsono-lapor-polisi-u5rBtBFHo9.jpg Poppy Dharsono (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kasus dugaan penggelapan dana yang terjadi sejak tahun 2012 hingga 2015 yang merugikan pihak Poppy Dharsono awalnya tidak ingin bisa sampai ke ranah hukum. Poppy terpaksa harus melaporkan hal ini ke pihak kepolisian lantaran pihak terlapor tidak merespon itikad baik dari Poppy.

Poppy menyatakan bahwa ia sempat memberikan somasi terhadap pihak terlapor, namun diabaikan begitu saja. Pihak terlapor justru lebih memilih hengkang dari Radiatama.

"Awalnya saya hanya mencoba mencari kebenaran dengan upaya hukum. Karena secara bukti-bukti itu memiliki syarat yang sangat cukup. Sebelumnya kita kan meminta mereka kita somasi, kita ingin datang dengan baik-baik tetapi mereka tiga kali dipanggil tidak datang. Prosedurnya begitu kalau tiga kali tidak datang ya kita ke kantor polisi," ujar Poppy.

"Sebelumnya malah saya sudah bilang, 'mari kita lupakan yang lalu'. Sudah kita ke depan saja, yang lalu sudah kita jangan tengok. Ada saksi 100 orang waktu itu. Tapi mereka tidak mau. Karena tidak mau terbuka ya mereka malah pergi," sambungnya.

Poppy mengaku tidak ada kerugian secara pribadi dalam kasus ini. Namun organisasi yang ia bangun harus menelan kerugian sebesar Rp7.743.000.000,- akibat tidak adanya transparansi.

"Saya enggak ada kerugian pribadi, tapi organisasi. Jadi ya total yang masuk kerekening pribadi itu 7.743.000.000 miliar rupiah selama empat tahun Indonesia Fashion Week," ujar Poppy.

Pada kasus ini, Poppy Dharsono menggandeng empat orang pengacara untuk membantu menangani kasus dugaan penggelapan dana yang merugikan organisasi APPMI.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini