Share

Vision+ Ajak Masyarakat Mengenal Ragam Budaya Lokal Lewat Original Series Piknik Pesona

Yohanes Demo, MNC Portal · Senin 28 November 2022 07:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 28 206 2715965 vision-ajak-masyarakat-mengenal-ragam-budaya-lokal-lewat-original-series-piknik-pesona-hzQLNDe3GQ.jpeg Piknik Pesona (Foto: Yohanes Demo)

JAKARTA - Bekerja sama dengan Palari Films, original series Piknik Pesona sudah bisa disaksikan mulai Minggu, 27 November 2022 di Vision+. Serial tersebut berisi 10 buah film karya 10 sutradara yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Reno F. Junirman, Produser Piknik Pesona menyebutkan, "Piknik Pesona adalah proyek kolaboratif yang melibatkan para sineas muda dari berbagai kota di Indonesia. 10 film pendek memotret beragam hasrat manusia dengan tantangannya,".

Lewat Piknik Pesona, Reno berharap agar masyarakat bisa menikmati tayangan tersebut. Ia pun berharap agar masyarakat Indonesia bisa semakin mengetahui ragam budaya lokal.

"Semoga Piknik Pesona dapat dinikmati oleh seluruh penonton film Indonesia. Mari bersama merayakan keragaman film Indonesia," sambungnya.

Sama halnya dengan Reno, COO Vision+ Roy Debashis juga menyebut bahwa Vision+ memang memiliki komitmen untuk memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat Indonesia. Termasuk melalui karya seni.

Piknik Pesona

"Kami ingin mengenalkan budaya lokal. Itulah alasan kami menghadirkan Piknik Pesona untuk rilis ini,” jelasnya.

RoyΒ  juga berharap agar kedepannya Vision+ sebagai salah satu layangan media streaming bisa selalu menjadi wadah bagi para sineas untuk menayangkan konten film Indonesia berkualitas.

Follow Berita Okezone di Google News

"Kami sedang memulai, kami akan melanjutkan untuk terus membuat konten Indonesia yang lebih banyak,” tandasnya.

Adapun beberapa film pendek yang tersaji dalam original series Piknik Pesona sudah bisa dinikmati penonton di aplikasi Vision+ diantaranya s(Aya) karya Aditya Ahmad, Bakmi Bangka Heri karya Winnie Benjamin, Evakuasi Mama Emola karya Anggun Priambodo, Gedang Renteng karya Gianni Fajri, Golden Age karya M. Reza Fahriyansyah.

Selain itu, ada pula Jus Nanas Kue Lapis karya Ariani Darmawan, Marsiti dan Sapi-sapi karya Wisnu Surya Pratama, Pecel Kronikel karya Gugun Arief, Percakapan Kecil karya Tumpal Tampubolon hingga Umma de Raffa karya Abe. Evakuasi Mama Emola karya sutradara Anggun Priambodo, film s(Aya) karya Aditya Ahmad, Film Golden Age karya Reza Fahriyansyah dan beberapa film lainnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini