Share

Penuh Inspirasi, Inilah 5 Pelajaran Hidup dalam Film Ranah 3 Warna

MNC Portal, Jurnalis · Rabu 06 Juli 2022 09:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 06 206 2624409 penuh-inspirasi-inilah-5-pelajaran-hidup-dalam-film-ranah-3-warna-w959UuKlFL.jpg Ranah 3 Warna (Foto: Ranah 3 Warna)

SEJAK rilis pada 30 Juni 2022 yang lalu, film bergenre drama berjudul Ranah 3 Warna yang diproduksi MNC Pictures telah banyak diminati para penonton setia film Indonesia. Film ini sebelumnya sudah dari lama dinantikan oleh para penggemar dan pecinta film yang sebelumnya harus menunggu akibat pandemi Covid-19 dua tahun belakangan ini. Film Ranah 3 Warna yang disutradarai oleh Guntur Soeharjanto bahkan sempat terpilih menjadi opening film dalam Jakarta Film Week 2021.

Cerita Ranah 3 Warna sebelumnya diadaptasi dari sebuah novel terlaris karya Ahmad Fuadi. Dalam film ini, mengandung mantra yang dipegang teguh oleh Alif, yakni “man shabara zhafira” yang berarti bahwa siapa yang sabar akan beruntung. Terkadang sulit untuk bersabar, seakan hal tersebut adalah hal yang sia-sia. Namun, selalu ada hal baik yang bisa dipetik bagi mereka yang bersabar.

Film ini tak hanya menguras emosi dan air mata, namun juga sarat akan pesan moral seakan memberikan motivasi dan inspirasi positif untuk berjuang dalam menghadapi hidup, karir, masa depan hingga percintaan. Ada 5 pelajaran hidup yang mengajarkan kepada kita tentang arti sabar. Apa sajakah itu?

1. Semangat untuk mengejar mimpi dan cita-cita

Alif Fikri (19 tahun) yang diperankan Arbani Yasiz merupakan anak muda asal Maninjau yang sering diremehkan karena bercita-cita untuk berkuliah di Amerika. Meskipun dengan keterbatasan ekonomi keluarga, Alif tak patah semangat dan melakukan segala upaya untuk menempuh pendidikan tinggi. Meskipun tak dapat menjadi mahasiswa di ITB (Institut Teknologi Bandung) seperti sahabatnya Randai (19) yang diperankan oleh Teuku Rassya, Alif tetap melanjutkan kuliahnya sebagai mahasiswa di Universitas Padjajaran.

2. Adanya musibah bukan berarti dunia berakhir

Ranah 3 Warna

Musibah teramat berat dialami oleh Alif yang sedang berproses dalam menjalankan kuliah di Bandung. Di tengah kehidupannya yang mulai membaik, Ayahanda Alif meninggal dunia yang membuat dunia Alif seakan hancur berkeping-keping. Bahkan, Alif sempat ingin memutuskan kembali ke kampung halaman dan bekerja saja demi mencari nafkah untuk Amak dan adik-adiknya. Namun, Amak ingin Alif untuk tetap melanjutkan mimpinya dan menyelesaikan amanat almarhum Ayahanda.

3. Sabar itu bukan berarti pasif, namun aktif mencari solusi

Saat kembali ke Bandung, Alif memutuskan untuk berkuliah sambil mencari nafkah demi menjadi tulang punggung keluarga. Pada situasi ini, Alif mencoba untuk menggantikan tugas sang Ayah dalam mencari nafkah. Meski dihadapkan dalam situasi yang berat dan banyak hambatan, Alif tetap aktif mencari solusi dan tidak hanya menunggu keajaiban untuk datang ke dalam hidupnya.

4. Bersyukur adalah kunci kebahagiaan

Ranah 3 Warna

Setelah berusaha untuk kembali bangkit dan mensyukuri hidupnya, Alif mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pertukaran pelajar ke Kanada. Meskipun bukan seperti mimpi awal Alif untuk bisa ke Amerika, Alif tetap bersyukur dan tetap mengambil kesempatan yang mungkin tidak akan datang untuk kedua kalinya.

5. Persahabatan yang kuat dan solid

Salah satu hal yang menarik perhatian adalah kisah persahabatan Alif dan teman-teman kuliahnya. Geng Uno terdiri dari Alif, Agam, Rusdi dan Memet. Alif yang berasal dari Maninjau menjadi akrab dengan Agam (Sadana Agung) yang merupakan mahasiswa dari Malang, Rusdi (Raim Laode) yang berasal dari Ambon, dan Memet (Miqdad Addausy) asal Sumedang. Meski memiliki latar belakang yang berbeda-beda, persahabatan mereka selalu solid dan saling membantu satu sama lain.

Setelah menjadi underdog yang seringkali diremehkan dan dihantam berbagai cobaan, Alif terus berjuang sampai titik kesabaran terakhir. Hingga dalam perjalanannya, Alif sudah melintasi tiga ‘Ranah’ di dunia yakni Indonesia, Timur Tengah dan Kanada. Film Ranah 3 Warna ini juga didukung oleh beberapa pemain lainnya, seperti Amanda Rawles, Risma ‘Neneng’ Wulandari, Maudy Koesnaedi, David Chalik, Lukman Sardi, Donny Alamsyah, Tanta Ginting, dan beberapa aktor pendukung lainnya.

Executive Producer : Emilka Chaidir, Ferry Ardian

Producer : Widya Wardhani Ichram

Creative Producer : Lukman Sardi

Sutradara : Guntur Soeharjanto

Skenario : Alim Sudio

Pemain

Arbani Yasiz sebagai Alif Fikri

Amanda Rawles sebagai Raisa

Teuku Rassya sebagai Randai

Risma Wulandari sebagai Dina

Raim Laode sebagai Rusdi

Sadana Agung Sulistya sebagai Agam

Miqdad Addausy sebagai Memet

Maudy Koesnaedi sebagai Amak Alif

David Chalik sebagai Ayah Alif

Donny Alamsyah sebagai Ust Salman

Tanta Ginting sebagai Bang Togar

Lukman Sardi sebagai Pak Anto

Jordan Haag sebagai Francois Pepin

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini