Share

Hakim Tolak Eksepsi Jerinx SID

Ravie Wardani, Jurnalis · Rabu 05 Januari 2022 13:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 05 33 2527728 hakim-tolak-eksepsi-jerinx-sid-2WHBha2STy.jpg Jerinx SID(Foto: IG Jerinx)

JAKARTA - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat menolak eksepsi yang diajukan pihak Jerinx SID selaku terdakwa pada sidang putusan sela, Rabu 5 Januari 2022.

Sidang kasus dugaan pengancaman yang menyeret nama I Gede Ariastina alias Jerinx SID baru saja digelar. Sidang tersebut juga dihadiri Sugeng Teguh Santoso selaku kuasa hukum Jerinx.

Sementara itu, Jerinx mengikuti jalannya sidang secara virtual dari Rutan (Rumah Tahanan) Polda Metro Jaya.

Baca Juga:

Hadapi Putusan Sela, Jerinx SID Berharap Penangguhan Penahanan

Nora Alexandra Ungkap Alasan Belum Jenguk Jerinx SID di Penjara

Jerinx SID

Pada sidang putusan sela hari ini, majelis hakim PN Jakpus pun menolak eksepsi yang diajukan pihak terdakwa. Alhasil, sidang kasus dugaan pengancaman tersebut resmi dilanjutkan.

"Satu menyatakan keberatan penasehat hukum terdakwa itu tidak dapat diterima. Dua memerintahkan penuntut umum untuk melanjutkan perkara nomor 796/pid.sus/2021/PN.Jakarta Pusat atas nama terdakwa. Menangguhkan biaya perkara sampai dengan putusan akhir," kata majelis hakim PN Jakpus dalam persidangan, Rabu (5/1/2022).

"Demikian putusan sela yang kami bacakan tadi yang isinya sebagaimana kami sampaikan bahwa persidangan ini diputuskan untuk dilanjutkan dengan demikian terhadap putusan ini hal dari penasehat hukum adalah apabila ada keberatan dilakukan pada putusan akhir," lanjut majelis hakim PN Jakpus.

Lebih lanjut, hakim ketua juga meminta JPU (Jaksa Penuntut Umum) menghadirkan saksi pada sidang lanjutan pekan depan. Diketahui sidang lanjutan tersebut akan digelar pada Rabu (12/1/2022).

"Kami minta penuntut umum untuk menghadirkan saksi pada persidangan berikutnya," ucap majelis hakim.

Majelis hakim mengabulkan permohonan sidang secara offline yang diajukan Jerinx. Hal ini dilakukan guna memberi kesempatan kepada Jerinx selaku terdakwa untuk mengikuti sidang tanpa gangguan secara virtual.

"Permintaan sidang secara offline, bisa dilakukan secara offline untuk memberikan kesempatan terdakwa mendengar secara jelas tanpa ada gangguan secara virtual," tutup majelis hakim PN Jakpus.

Diberitakan sebelumnya, Jerinx telah didakwa melakukan pengancaman yang mengandung unsur kekerasan terhadap pegiat media sosial Adam Deni.

Atas situasi ini, Jerinx pun dijerat Pasal 29 Jo Pasal 45 B UU ITE serta Pasal 27 ayat (4) Jo Pasal 45 ayat (4) UU ITE. Dalam sidang eksepsi sebelumnya Jerinx melalui kuasa hukumnya meminta agar penahanannya ditangguhkan untuk menjadi tahanan kota.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini