Share

Raih PEN Film, Produser Ini Tampilkan Keindahan Pariwisata Malang

Siska Permata Sari, Jurnalis · Minggu 05 Desember 2021 22:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 05 206 2512327 raih-pen-film-produser-ini-tampilkan-keindahan-pariwisata-malang-kFRlZtdvCy.jpg Ilustrasi Film (Foto: Pexel)

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah meluncurkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di bidang perfilman atau disebut PEN Film. Ini merupakan salah satu upaya untuk memajukan lagi industri perfilman Indonesia yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Dengan program PEN Film, sejumlah rumah produksi hingga komunitas film Indonesia diberikan bantuan untuk berkarya. Ada tiga bantuan yang diberikan yaitu untuk pra-produksi, produksi, dan promo film.

Baca Juga:

PEN Film Bangkitkan Industri Perfilman di Tengah Pandemi Covid-19

PEN Film

Salah satu yang mendapatkan bantuan ini yakni produser film asal Malang, Arfan Adhi Perdana, yang bekerja untuk rumah produksi CV Confidemus Creative Media. Rumah produksinya tersebut terpilih untuk mendapatkan bantuan pemerintah produksi film Indonesia di kategori film pendek.

“Awalnya kami mencoba untuk ikut mendaftar. Setelah diseleksi, akhirnya kami diterima (untuk mendapat bantuan). Ini berkah walaupun bisa dikatakan juga ujian buat kami untuk naik kelas. Karena dengan budget yang ideal, maka kami juga bisa naik kelas, khususnya buat teman-teman pekerja film di Malang,” kata Arfan saat dihubungi MNC Portal, Minggu (5/12/2021).

Dengan bantuan tersebut, Arfan beserta tim kini sedang memproduksi sebuah film pendek berjudul ‘Jangka Kala’. Film ini menceritakan tentang kehidupan sepasang nelayan strata bawah yang sedang menantikan buah hati. Pasangan nelayan ini percaya dengan mitos-mitos tentang telur penyu yang diyakini mampu menjaga kandungan sang istri. Tetapi, pasangan ini kemudian berhadapan dengan regulasi konservasi penyu dan perubahan iklim di wilayahnya.

Mengangkat tentang mitos dan lingkungan di Malang, proses produksi film pendek Jangka Kala mengambil lokasi syuting di beberapa destinasi wisata di Malang, Jawa Timur. Di antaranya Pantai Clungup, Pantai Tiga Warna, dermaga perahu Kondang Buntung, dan pelabuhan ikan Sendang Biru.

“Harapan kami, dengan film ini, semakin banyak orang lagi yang lebih mengenal destinasi-destinasi di Malang, seperti Pantai Tiga Warna, Pantai Clungup. Selain itu, mudah-mudahan juga bisa membantu masyarakat lokal di sekitar sini untuk kelak menumbuhkan ekonomi di sektor wisata di Malang,” ujarnya.

Menurutnya, program PEN Film ini layak diteruskan untuk memajukan kembali industri dan ekosistem di dunia film Indonesia usai dihantam pandemi Covid-19. “Bantuan ini sangat membantu para pembuat film yang akhirnya bisa bergerak lagi,” kata Arfan.

Ke depannya, kata dia, film Jangka Kala akan diikutkan ke festival-festival film, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

(aln)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini