Nussa Disebut Taliban, Ryan Adriandhy Semprot Eko Kuntadhi

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Senin 21 Juni 2021 15:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 21 206 2428475 nussa-disebut-taliban-ryan-adriandhy-semprot-eko-kuntadhi-7XpSNiHlpv.jpg Nussa (Foto: IG Film Nussa)

JAKARTA - Film animasi anak-anak Nussa belakangan menjadi sorotan publik di media sosial. Hal tersebut lantaran film yang dibuat oleh Visinema diserang buzzer karena dianggap memakai atribut kelompok Taliban.

Tudingan tersebut datang dari pegiat media sosial Eko Kuntadhi di Twitter. Dia membagikan foto dua tokoh dalam animasi tersebut Nussa dan Rara mengenakan pakaian yang terlihat islami yang sebetulnya biasa saja, tak ada yang aneh. 

"Apakah ini foto anak Indonesia? Bukan, pakaian lelaki sangat khas Taliban, anak Afganistan. Tapi film Nusa Rara mau dipromosikan ke seluruh dunia. Agar dunia mengira, Indonesia adalah cabang khilafah atau bagian dari kekuasaan Taliban. Promosi yang merusak!" tulis Eko seperti dikutip MNC Portal Indonesia, Senin (21/6/2021).

Baca Juga:

Lewat Animasi, Prilly Latuconsina Dapat Ilmu tentang Cara Didik Anak

Cerita Dewi Sandra dan Alex Abbad Terlibat di Animasi Nussa

Nussa

"Pakaian anak lelaki lebih sering jadi model pakaian bomber. Ketimbang pakaian anak-anak Indonesia," imbuhnya di dalam kolom komentar.

Menanggapi hal tersebut, Ryan Adriandhy Halim selaku animator film animasi tersebut angkat bicara. Dia kemudian meminta agar masyarakat untuk bijak menanggapi tudingan tersebut dan membaca sinopsis film. Tak hanya itu dia juga membagikan foto Nussa dan Rara saat mengenakan pakaian astronot.

"Taliban Talibun, nih baca aja sinopsis film kami di website BIFAN Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN). Noh sekalian gue kasih gambar Nussa pakai baju astronotnya. Biar lo sekalian tau NASA ada cabang di Ciledug. Dipimpin Nassa-R KDI. Dia nyanyi dangdut sebenernya cuma propaganda biar kita semua pindah ke Saturnus," katanya.

Dalam unggahannya itu juga dia membagikan tangkapan layar film tersebut. Dikisahkan Nussa ingin mengesankan ayahnya setelah setahun di luar negeri. Bocah 9 tahun itu pun berpartisipasi dalam kompetisi saus di sekolahnya.

"Namun ketika ia menerima kabar bahwa ayahnya membatalkan perjalanan pulang dan tidak dapat mengikuti kompetisi, dan pada saat yang sama seorang siswa baru yang cerdas bernama Jonni dengan cepat menjadi saingannya dalam kompetisi sains sekolah, Nussa belajar arti sebenarnya dari rasa syukur," tulis sinopsis tersebut.

Film animasi Nussa diketahui menjadi perwakilan Indonesia dan akan tampil di Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) di Korea Selatan pada 8 hingga 18 Juli mendatang.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini