RCTI Tegaskan Gugatan ke MK Bukan untuk Menyerang Content Creator

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Minggu 30 Agustus 2020 14:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 30 33 2269775 rcti-tegaskan-gugatan-ke-mk-bukan-untuk-menyerang-content-creator-4uBKqGXULI.jpg (Foto: Akun YouTube Deddy Corbuzier)

JAKARTA - Gugatan Stasiun televisi swasta Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) dan iNews, terkait Undang-Undang Penyiaran ke Mahkamah Konstitusi (MK) ramai diperbincangkan. Gugatan tersebut diianggap mengganggu kebebasan individu dalam bermedia sosial, termasuk mematikan kreativitas content creator di ranah digital.

Isu tersebut pun mengundang rasa penasaran Deddy Corbuzier yang juga merupakan seorang content creator di YouTube. Ia pun mengundang pihak RCTI ke podcast-nya di YouTube untuk berdiskusi terkait hal tersebut, Minggu (30/8/2020).

"Saya mau mewakilan content creator yang belakangan marah-marah karena RCTI kok mau ambil jatah kita sebagai content creator, Anda mau matikan kami semua lalu memonopoli. Bahkan ketika seseorang mau live harus punya izin dulu, apakah iya?," tanya Deddy.

Foto: YouTube Deddy Corbuzier.

Menjawab pertanyaan Deddy, Direktur Legal MNC Media, Chris Taufik menegaskan gugatan tersebut tak dimaksudkan untuk menyerang content creator. Gugatan itu juga tak ditujukan untuk membuat individu harus mendapatkan izin ketika melakukan siaran langsung di media sosial.

Baca juga:

YouTuber Harus Bersyukur, KPI: Nasionalis, RCTI & iNews Justru Tumbuhkan & Lindungi Pelaku Industri Kreatif Nasional

"Enggak (menyerang content creator), jadi permohonan kita kalau dibaca benar-benar untuk OTT (Over The Top). OTT itu gini, korporasi yang menyalurkan kontennya lewat internet," jelas dia.

Christ menegaskan bahwa korporasi seharusnya memiliki aturan. Tayangan digital sendiri seyogyanya juga memiliki aturan atau regulasi penyiaran. "Itulah yang mesti diatur. Kita enggak ngomong content creator-nya, tapi YouTube-nya. Aturan terhadap korporasi itu akan masuk sebagai aturan penyiaran," kata dia.

Malahan, aturan hasil gugatan itu nantinya bakal melindungi content creator. Pasalnya pihak korporasi akan sepenuhnya bertanggung jawab bila ada content creator yang diserang karena isi kontennya, bukan lagi hanya langsung blokir atau hukum pidana melalui UU ITE.

Tak hanya itu gugatan RCTI dan iNews juga bertujuan untuk mendorong agar UU Penyiaran dapat bersinergi dengan UU yang lain, seperti UU Telekomunikasi dan UU ITE.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini