Cobaan Salma Hayek saat Hamil, Diabetes Gestasional & sang Bayi Down Syndrome

Hana Futari, Jurnalis · Sabtu 21 September 2019 12:05 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 20 33 2107514 cobaan-salma-hayek-saat-hamil-diabetes-gestasional-sang-bayi-down-syndrome-Det8L0mz6X.jpg Salma Hayek (Foto: Insatgram/@salmahayek)

LOS ANGELES – Kekhawatiran besar sempat menghantui model Salma Hayek saat mengandung buah hatinya, Valentina Paloma Pinault pada 2007 lalu. Pasalnya, Salma Hayek mengidap penyakit diabetes gestasional ketika mengandung buah cintanya dengan Francois Henri Pinault.

Baca Juga: Berulang Tahun ke-53, Salma Hayek Tampil Seksi Berbikini

Francois Henri Pinault menjelaskan bahwa sang istri melewati masa-masa terberat saat kehamilan tersebut. Dari kondisi tersebut, yang paling ditakutkan Salma adalah kesehatan sang bayi yang sempat didiagnosa mengalami down syndrome.

Tematik artis hamil

“Dia (Salma Hayek) mengalami kehamilan yang sangat sulit. Faktanya, hingga akhir Mei 2007, kami diberitahu bahwa bayi itu menderita down syndrome,” ujar Francois Henri Pinault pada 2012, dikutip dari nydailynews.com.

Salma Hayek mengandung Valentina saat berusia 41 tahun. Meski calon buah hatinya sempat terancam mengalami down syndrome, namun Salma tetap bersikeras melanjutkan kehamilannya itu.

Salma Hayek

Beruntung, Valentina lahir dalam kondisi sehat pada 21 September 2007 di Los Angeles. Kekahawatiran Salma mengenai kondisi down syndrome yang sempat mengancam Valentina pun sirna.

Menurut dokter Ulul Albab SpOG, diabetes gestasional berbeda dengan penyakit diabetes pada umumnya. Penyakit ini merupakan kondisi kenaikan gula darah yang terjadi saat kehamilan.

“Diabetes gestasional terjadi di atas usia kehamilan, ada yang menyebut 24 minggu, ada yang menyebut 28 minggu. Kondisi gula darah yang tinggi ini akan kembali normal ketika ibu hamil yang terdiagnosa diabetes gestisional sudah melahirkan,” ujar dokter Ulul Albab SpOG saat dihubungi Okezone melalui sambungan telepon, Jumat (20/9/2019).

Salma Hayek

Ada beberapa faktor yang dapat memicu diabetes gestisional, antara lain pola makan serta keterunan penyakit diabetes. “Artinya pada pasien yang memiliki keturunannya diabetes melitus lebih berisiko dibanding yang tidak memiliki riwayat keturunan penyait tersebut,” lanjutnya.

Penderita diabetes gestasional ditangani melalui terapi yang hampir serupa dengan pasien diabetes melitus. Pengaturan pola makan hingga pemberian injeksi insulin pun dilakukan untuk terus menjaga kadar gula darah bagi penderita diabetes gestasional.

Salma Hayek

“Kalau misalnya kadar gulanya tidak terlalu tinggi, cukup diet dan kontrol pola makan. Tapi, kalau yang gula darahnya sudah cukup tinggi, bisa juga dilakukan pemberian insulin,” jelas Ulul.

Meskipun demikian, dokter Ulul Albab menyebut tidak ada keterakaitan antara seorang ibu yang mengidap diabetes gestasional dengan risiko bayi mengalami down syndrome.

“Tidak ada kaitannya antara down syndrome dan diabetes gestasional. Kalau down syndrome itu kan kelainan kromosom, jadi beda. Down syndrome bukan karena diabetes gestasional,” terangnya.

Risiko yang diakibatkan oleh penyakit diabetes gestasional sendiri adalah ukuran bayi lebih besar pada umumnya. Sementara itu, risiko paling parah adalah kematian bayi secara mendadak atau yang disebut dengan sudden death.

Baca Juga: Lamaran dengan Sahila Hisyam Batal, Vicky Prasetyo Kebingungan

“Risiko dari diabetes gestasional yaitu bayi lahir dalam ukuran lebih besar. Selain itu, di dalam kandungan bayi juga bisa mengalami hipoglikemia (gula darah rendah) istilah awamnya, gulanya hanya dimakan oleh ibunya saja,” terang Ulul.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini