Anak Rohani
Film Bumi Manusia diadaptasi dari naskah novel karya Sastrawan Pramoedya Ananta Toer. Pramoedya Ananta Toer kerap menyebut buku-buku yang ia tulis adalah anak-anak rohaninya.
Dari sekian banyak anak rohaninya, empat novel yang kerap disebut Tetralogi Buru adalah karya monumentalnya. Empat novel tersebut yakni, yang pertama Bumi Manusia, lalu dilanjutkan Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah dan Rumah Kaca. Keempat novel itu berkaitan tapi juga bisa dibaca sendiri.
Ide cerita novel ini telah ada di benak Pram sejak 1950-an. Sastrawan Eka Kurniawan yang menulis buku tentang Pram mencatat, Tetralogi Buru merupakan upaya Pramoedya Ananta Toer untuk menjawab: apa itu menjadi Indonesia.
Baca Juga : Selain Ciuman, Iqbaal & Mawar Eva De Jongh Juga Seranjang di Bumi Manusia
Pada masa itu, perkara menjadi Indonesia sedang hangat—jika tak bisa dikatakan panas—ia mulai memikirkan satu seri novel yang bisa mencari dan melacak jejak-jejak nasionalisme Indonesia (Tempo, 19 Mei 2008).
Minke, karakter utama di novel ini, terinspirasi dari sosok nyata Tirto Adhi Soerjo, pendiri surat kabar berbahasa Melayu pertama, Medan Prijaji. Tirto model sempurna embrio Indonesia modern, karena perintis pers dan salah satu tokoh awal nasionalisme di permulaan abad 20.
Baca Juga : Mawar De Jongh Deg-degan saat Berciuman dengan Iqbaal Ramadhan
(ABD)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri