Sinopsis Film Bumi Manusia, Perjuangan Cinta Minke dan Annelies

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Selasa 18 Agustus 2020 14:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 18 206 2263850 sinopsis-film-bumi-manusia-perjuangan-cinta-minke-dan-annelies-MqdUlmTtPy.jpg Pemeran Film Bumi Manusia (Foto: OKezone)

JAKARTA - Film Bumi Manusia kembali menjadi sorotan usai tayang di RCTI pada 17 Agustus 2020. Film ini diangkat dari novel berjudul sama karya Pramoedya Ananta Toer.

Kisahnya mengambil latar belakang abad ke-20, dimana pemerintah kolonialisme Belanda masih menduduki Tanah Air. Film garapan sutradara Hanung Bramantyo ini berfokus pada tokoh Minke (Iqbaal Ramadhan).

Minke merupakan seorang pribumi yang mampu mengenyam pendidikan di Hogere Burgerschool (HBS). Sekolah ini setingkat SMA yang ditujukan untuk orang Belanda, Eropa, Tionghoa, dan elite pribumi.

Minke digambarkan sebagai pribumi yang sederhana dan berani memberontak terhadap ketidakadilan yang terjadi pada bangsanya. Ia juga kerap membagikan pemikiran kritisnya di Surat khabar Belanda kala itu.

 

Baca Juga: Dewi Yull Bersyukur sang Eyang Dikenal Berkat Pramoedya Ananta Toer

Ia kemudian jatuh hati dengan gadis keturunan Belanda Annelies Mellema (Mawar Eva de Jongh). Annelies terlahir dari seorang pria Belanda bernama Herman Mellema dan gundiknya bernama Nyai Ontosoroh.

Ibu Annelies juga digambarkan sebagai gundik yang berbeda karena memiliki wawasan luas. Gundik kala itu memiliki strata sosial yang rendah, bahkan dianalogikan lebih rendah dari binatang.

Minke digambarkan kagum dengan pemikiran Nyai Ontosoroh. Meski terlahir bukan dari keluarga terpelajar, namun perempuan itu tetap bisa mengatur usaha dan keuangan sang suami dengan sangat baik.

Namun, keberadaan Nyai Ontosoroh malah membuat ayah Minke menentang keras kisah cintanya dengan Annelies. Belum lagi mereka juga dipisahkan dengan hukum kala itu yang memihak Belanda.

Selain Iqbaal Ramadhan dan Mawar Eva de Jongh, film ini juga menghadirkan beberapa aktor muda lainnya seperti Bryan Domani, Giorgino Abraham, dan Jerome Kurniawan.

Film produksi Falcon Pictures ini mampu menjaring 1.316.583 penonton dengan perkiraan pendapatan kotor sekira Rp52,7 miliar.

Tak hanya itu, film yang dirilis pertama kali pada 9 Agustus 2019 ini mendapatkan sambutan positif dari kalangan pejabat politik dan masyarakat serta ulasan beragam dari kalangan pengulas film.

Film ini dinominasikan di dua belas kategori Festival Film Indonesia 2019. Film ini direncanakan menjadi film pertama dari trilogi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini