nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hanung Bramantyo Ceritakan Kisah Panjang hingga Bisa Sutradarai Bumi Manusia

Vania Ika Aldida, Jurnalis · Jum'at 25 Mei 2018 11:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 25 206 1902558 hanung-bramantyo-ceritakan-kisah-panjang-hingga-bisa-sutradarai-bumi-manusia-9iUeKHvYxh.jpg Hanung Bramantyo sutradara film Bumi Manusia. (Foto: Vania Ika Aldida/Okezone)

SLEMAN – Sutradara Hanung Bramantyo terpilih untuk menggarap film yang diadaptasi dari novel tetralogi berjudul 'Bumi Manusia' karya Pramoedya Ananta Toer. Tidak seperti film sebelumnya, rupanya mengadaptasi novel yang diterbitkan pada 1980 ini menjadi cita-cita Hanung sejak duduk di bangku kuliah.

Ia menceritakan sudah jatuh cinta dengan buku yang ditulis Pram saat masih mendekam di Pulau Buru tersebut. Namun sayang, keinginannya memfilmkan novel yang hingga kini sudah diterjemahkan dalam 32 bahasa itu ditolak mentah-mentah oleh sang penulis.

"Semuanya berawal dari mimpi, Bumi Manusia juga berawal dari mimpi. Pada saat saya pertama kali baca buku 'Bumi Manusia', kira-kira SMA, dan kemudian saya lanjut (baca) lagi di kuliah, saya dua kali membaca itu pada waktu itu. Kemudian saya bermimpi saya pengin memfilmkan, karena saya waktu itu sudah kuliah di IKJ (Institut Kesenian Jakarta)," cerita Hanung Bramantyo di Studio Gamplong, Sleman, Yogyakarta, Kamis 24 Mei 2018 malam.

Baca juga: Meriahnya Penyambutan Pemeran Utama Bumi Manusia

Hanung Bramantyo. (Foto: Vania Ika Aldida/Okezone)

"Saya datang ke tempatnya Pak Pram, masih dalam posisi saya masih mahasiswa. Saya bilang ke Pak Pram, saya mau memfilmkan novel itu. Pak Pram malah ketawa, melihat mahasiswa yang lugu gini, kemudian dia bilang, 'Bumi Manusia sudah ditawar sama Hollywood, jadi mohon maaf. Bukan saya enggak mendukung mahasiswa, tapi saya hidup dari sastra, dari penulisan, karena itu makanya saya berhitung di sini.' Dia bilang begitu," sambungnya.

Tidak ada kata putus asa dalam kamus Hanung Bramantyo. Hal tersebut tampaknya membuat Hanung kini harus mewujudkan mimpinya sekaligus membuktikan kepada Pramoedya Ananta Toer bahwa dirinya memang mampu menggarap film yang tentu sangat dinanti-nantikan oleh para pencinta karya sastra. Bahkan, penggarapan film tersebut juga sangat didukung oleh keluarga dari Pramoedya Ananta Toer.

"Ya namanya impian bisa saja kandas, saya enggak tahu kenapa saya tidak pernah berhenti berhasrat, berobsesi, membuat suatu film, Bumi Manusia. Karena menurut saya itu novel yang masterpiece luar biasa, akhirnya kemudian saat saya main ke Falcon, tiba-tiba ditawarin sama Pak Naven, 'Mau enggak Bumi Manusia?' Ya siapa sih yang enggak mau? Buat saya itu mimpi jadi kenyataan," ungkapnya.

Baca juga: Perankan Minke di Film Bumi Manusia, Iqbaal Ramadhan Harus Tumbuhkan Kumis

Film Bumi Manusia. (Foto: Vania Ika Aldida/Okezone)

Tak main-main, demi film ini, suami dari Zaskia Adya Mecca tersebut sampai rela membangun sebuah studio besar di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, hasil kerja sama dengan lurah dan masyarakat Dusun Gamplong, Desa Sumber Rahayu, Sleman, Yogyakarta.

Bahkan demi terwujudnya latar tahun 1908, sama seperti yang tertulis dalam buku 'Bumi Manusia', Hanung juga rela mendatangkan langsung beberapa pemain-pemain dari Belanda.

"Ini film saya melibatkan banyak pemain Belanda. Asli dari Belanda, bukan yang belanda tinggal di sini, atau blasteran Belanda-Indonesia, tapi benar-menar mengadakan casting di Belanda. Hampir 60 persen pemain dari Belanda dan kemungkinan akan melakukan dialog dengan bahasa Belanda, Melayu, dan Jawa. Sehingga, saya mengajak Katinka (co produser), karena dia bisa menguasai tiga tiga bahasa, Indonesia, Belanda, dan Inggris," jelasnya.

Sementara Astuti Anata Toer, putri kandung Pramoedya, sangat mengapresiasi novel 'Bumi Manusia' diangkat menjadi sebuah film layar lebar. Ia pun menegaskan memberi restu kepada seluruh pihak yang terkait dalam penggarapan film tersebut.

"Mungkin ini hasil dari jerih payah Pram yang bisa diwujudkan di film ini. Juga saya memberikan (izin) semua kepada pemain, sutradara, pembuat skenario, kepada Falcon. Semoga film ini jadi film yang bagus. Amin," tutur Astuti.

Film Bumi Manusia. (Foto: Vania Ika Aldida/Okezone)

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini