Buku Biografi Robin Williams Ungkap Misteri Penyakitnya

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Senin 07 Mei 2018 12:30 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 07 33 1895274 buku-biografi-robin-williams-ungkap-misteri-penyakitnya-j62PSBKg0F.jpg Foto: Istimewa

LOS ANGELES - Banyak orang yang mengira aktor legendaris Amerika, Robin Williams mengakhiri hidupnya dikarenakan penyakit gangguan otak yang dialaminya selama beberapa tahun sebelum kematiannya. Namun ternyata, kabar tersebut tidak sepenuhnya benar.

Belakangan ini, melalui sebuah buku biografi Robin Williams yang ditulis oleh Dave Itzkoff, terungkap apa yang sebenarnya terjadi di tahun-tahun akhir dari Robin Williams. Terungkap jika aktor yang telah memiliki banyak penghargaan tersebut memiliki penyakit Parkinson.

(Baca juga: Berapa Hartwa Warisan Robin Williams?)

Melansir Deadline, Senin (7/5/2018), dalam buku tersebut dijelaskan meski menghadapi penyakit tersebut, Robin Williams tetap menjalaNkan hidupnya seperti tanpa memiliki penyakit Parkinson.

Hal ini kemudian membuat banyak pihak yang menduga alkohol dan obat-obatan yang menjadi masalah. Namun, untuk membuktikan semua tuduhan terhadap Robin Williams tidak benar, seorang neuropatologi melakukan pemeriksaan dengan seksama.

Sang dokter menyatakan jika Robin Williams mengidap penyakit Lewy body Dementia. Penyakit ini merupakan gejala dementia kedua setelah penyakit Alzheimer, yang disebabkan karena pengendapan protein di otak yang kemudian mempengaruhi pikiran, memori, emosi, dan gerakan tubuh.

Dikatakan, salah satu gejala yang Williams rasakan adalah mulai menangis tak terkendali, melupakan dialognya, dan menderita gaya berjalan tergesa-gesa di hari-hari terakhirnya. Dan pada saat syuting Night at the Museum: Secret of the Tomb, ”dia mencapai titik krisis.

“Dia menangis di tangan saya hampir setiap hari. Itu mengerikan. Mengerikan,” ujar penata rias Williams, Cheri Minns.

“Saya berkata kepada timnya, 'saya adalah penata rias. Saya tidak memiliki kapasitas untuk menangani apa yang terjadi padanya', ” lanjutnya.

(Baca juga: Rumah Mewah Robin Williams Dibeli Pengusaha Anggur)

Sampai suatu saat, Minss menyarankan Williams untuk terjun ke dunia stand-up comedy sebagai cara meredakan depresinya. Sayangnya, dia tidak menggubris apa yang disarankan oleh Minss.

“Dia hanya menangis dan berkata, 'Saya tidak bisa, Cheri. Saya tidak tahu bagaimana lagi. Saya tidak tahu bagaimana menjadi lucu’,” jelasnya.

Sekedar informasi, kesehatan Williams telah menurun setelah kegagalan acara TV-nya yang tayang pada 2013 silam, The Crazy Ones. Dia mulai kehilangan berat badan, suaranya menjadi gemetar, dan postur tubuhnya membungkuk.

Pam Dawber, rekan mainnya dari Mork & Mindy, bergabung ke acara The Crazy Ones dalam upaya terakhir untuk menaikkan rating tayangan tersebut. Dia pun dengan jelas memperhatikan perubahan besar di Williams.

“Saya akan pulang dan berkata kepada suami saya, 'Ada yang salah. Dia tidak sama. Dia kehilangan percikannya. Saya tidak tahu apa itu'," kata Dawber dalam buku itu.

Dan sebenarnya, seseorang memiliki kesempatan hidup hingga 10 tahun setelah pertama kali didiagnosis memiliki penyakit Parkinson. Namun sayangnya, meski segala cara sudah dilakukan, Williams harus tunduk dan menyerah kepada penyakit tersebut lebih cepat.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini