Mengenal Lebih Dalam Tugas Scriptwriter Animasi

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 20 April 2018 22:22 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 20 598 1889570 mengenal-lebih-dalam-tugas-scriptwriter-animasi-z1ZjEV548h.jpg Animasi Kiko (Foto: YouTube)

JAKARTA - Jika menyebut kata scriptwriter di industri kreatif, pikiran publik akan langsung tertuju pada penulis skenario film atau drama. Tapi, ada satu scriptwriter yang sering kali dilupakan orang-orang. Ia adalah scriptwriter animasi.

Baca Juga: 6 Tahun Menikah, Naga 'Lyla' dan Istri Coba Berbagai Cara Agar Dapat Momongan

Walau sama-sama menulis skenario, tapi ada tugas-tugas yang membedakan scriptwriter animasi dengan scriptwriter film atau drama dan sinetron. Salah satunya adalah sumber ide utama cerita animasi tersebut.

"Tugasnya itu bank idea sih bisa dibilang. Ide pokoknya itu ada di scriptwriter. Ide awal dari kita lalu dikembangin jadi storyboard. Ide pokok dikembangin jadi log line, baru sinopis," papar Lutfiana Abdullah, selaku Scriptwriter program animasi KIKO & Titus MNC Animation saat dijumpai Okezone di studio MNC Animation, MNC Studios, Kebun Jeruk, Jakarta Barat.

Tak hanya tugas yang berbeda, proses kerja scriptwriter animasi pun lebih lama timbang film atau sinetron. Menurut Lutfi, dirinya bisa membutuhkan waktu satu bulan hanya untuk membuat skrip sepanjang 15 halaman.

"Proses tugas scriptwriter animasi lebih panjang daripada scriptwriter live action. Setiap adegan yang ditulis itu harus dipikirin, dipertanggungjawabkan sekali," jelas Lutfi.

"Produksi satu tayangan itu, dari awal sampai akhir total bisa tiga sampai enam bulan. Termasuk di dalamnya sampai satu bulan bisa tuh buat nulis script-nya. Kita kan lebih visual," tambahnya.

Dengan beban kerja yang cukup berat, menjadi scriptwriter animasi pun punya tantangan tersendiri. Salah satunya menghadapi kritik yang tak sedikit. Karena itu Lutfi mewanti-wanti agar scriptwriter animasi tak gampang terbawa perasaan atau baper.

"Selain harus punya banyak ide bagus, jadi scriptwriter animasi itu harus mau dikritik, istilahnya enggak pundunganlah. Kita kan menonjol lebih di visual, action dan lokasi dilengkapi story board jadi kurang lebih tantangannya deadline tiap hari," ujar Lutfi.

Baca Juga: Terima Peran Sebagai Chef di Koki-Koki Cilik, Morgan Oey Kini Jago Mencincang

"Pintar-pintar jaga mood lah agar hasil tetap oke, ya kalau dikritik misal part ini enggak bagus lalu suruh ganti ya jangan ngambek. Dikerjain saja," tutupnya sembari tersenyum. (lid)

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini