JAKARTA - Jika menyebut kata scriptwriter di industri kreatif, pikiran publik akan langsung tertuju pada penulis skenario film atau drama. Tapi, ada satu scriptwriter yang sering kali dilupakan orang-orang. Ia adalah scriptwriter animasi.
Baca Juga: 6 Tahun Menikah, Naga 'Lyla' dan Istri Coba Berbagai Cara Agar Dapat Momongan
Walau sama-sama menulis skenario, tapi ada tugas-tugas yang membedakan scriptwriter animasi dengan scriptwriter film atau drama dan sinetron. Salah satunya adalah sumber ide utama cerita animasi tersebut.
"Tugasnya itu bank idea sih bisa dibilang. Ide pokoknya itu ada di scriptwriter. Ide awal dari kita lalu dikembangin jadi storyboard. Ide pokok dikembangin jadi log line, baru sinopis," papar Lutfiana Abdullah, selaku Scriptwriter program animasi KIKO & Titus MNC Animation saat dijumpai Okezone di studio MNC Animation, MNC Studios, Kebun Jeruk, Jakarta Barat.
Tak hanya tugas yang berbeda, proses kerja scriptwriter animasi pun lebih lama timbang film atau sinetron. Menurut Lutfi, dirinya bisa membutuhkan waktu satu bulan hanya untuk membuat skrip sepanjang 15 halaman.
"Proses tugas scriptwriter animasi lebih panjang daripada scriptwriter live action. Setiap adegan yang ditulis itu harus dipikirin, dipertanggungjawabkan sekali," jelas Lutfi.