Share

Gesang Hingga Udjo, Tokoh Di Balik Bertahannya Musik Tradisional Indonesia

Ady Prawira Riandi, Okezone · Jum'at 09 Maret 2018 17:18 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 09 205 1870373 gesang-hingga-udjo-tokoh-di-balik-bertahannya-musik-tradisional-indonesia-PqFR28sBls.jpg Angklung (Foto: Nesia.id)

JAKARTA – Musik adalah satu hal dinamis yang terus berkembang setiap tahunnya. Genre-genre musik pun terus berkembang dan berganti di setiap tahun.

Musik-musik tradisional tetap memegang peranannya tersendiri dalam perkembangan musik Indonesia. Beberapa genre bahkan sering kali mengajak kolaborasi dengan musik tradisional.

Berbicara tentang musik tradisional, Indonesia memiliki begitu banyak tokoh yang sangat berjasa dalam memajukan dunia musik. Okezone telah merangkum beberapa tokoh musik tradisional yang namanya sudah sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari.

1. Gesang Martohartono

Nama Gesang tentu tak bisa lepas dari karyanya yang mendunia, Bengawan Solo. Lagu tersebut dikenal luas tak hanya di Indonesia namun juga sampai ke Inggris dan Rusia.

Lagu ini diciptakan oleh Gesang saat usianya 23 tahun. Terinspirasi dari sungai Bengawan yang ada di Solo, Gesang pun akhirnya menciptakan lagu legendaris tersebut.

Popularitas Bengawan Solo begitu tinggi di Negeri Sakura Jepang. Lagu yang diciptakan pada tahun 1940 tersebut bahkan pernah digunakan dalam salah satu film layar lebarnya.

Gesang tentu sangat berjasa dalam perkembangan musik keroncong. Selama masa hidupnya, Gesang terus menelurkan karya-karya keroncong yang sangat indah seperti Keroncong Roda Dunia, Keroncong si Piatu, dan Sapu Tangan.

Gesang meninggal dunia pada tanggal 20 Mei 2010 di kota kehalirannya, Surakarta atau Solo. Namanya selalu dikenang sebagai salah satu tokoh musik tradisional terbaik yang pernah dimiliki Tanah Air.

2. Udjo Ngalagena

Udjo Ngalagena atau lebih dikenal dengan sapaan Mang Udjo adalah seorang musisi asal Jawa Barat. Ia adalah seorang seniman angklung sekaligus pendiri Saung Angklung Udjo yang terkenal di Bandung.

Saung Angklung Udjo merupakan salah satu tempat wisata edukatif yang unik di Bandung. Para pengunjung yang biasanya datang dari dalam dan luar negeri sangat tertarik dengan pementasan seni tradisional berkualitas tinggi khas Jawa Barat yang diiringi dengan tarian anak-anak dan musik dari angklung.

Hingga saat ini, Saung Angklung Udjo masih menjadi salah satu obyek wisata budaya yang ramai dikunjungi wisatawan mancanegara. Ketertarikan mereka terhadap alat musik dari bambu tersebut tak jarang membuat mereka datang berulang kali untuk mempelajari angklung.

3. Daeng Soetigna

Sebelum Udjo Ngalagena mempopulerkan Saung Angklung Udjo, sosok Daeng Soetigna adalah orang yang paling berjasa di alat musik dari bambu itu. Karya terbesar Pak Daeng adalah memodifikasi angklung yang tadinya bernada pentatonis menjadi diatonis. Angklung ini kemudian diberi nama Angklung Padaeng dalam rangka menghormati jasanya.

Selain berhasil memodifikasi angklung, Pak Daeng juga merupakan salah satu komposer yang aktif dalam membuat karya. Pak Daeng telah menulis puluhan lagu aransemen yang dibuat dengan menggunakan angklung.

Sampai saat ini, Daeng Soetigna tetap menjadi salah satu tokoh musik tradisional asal Jawa Barat yang dikenal secara luas. Namanya pun tak jarang mendapatkan penghargaan atas perjuangannya dalam memajukan musik tradisional.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini