nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kronologi Meninggalnya Sys NS

Vania Ika Aldida, Jurnalis · Selasa 23 Januari 2018 19:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 23 33 1849216 kronologi-meninggalnya-sys-ns-425AxNEMEL.jpg Keluarga mengiringi pemakaman Sys NS (Foto: Vania/Okezone)

JAKARTA - Kabar duka datang dari aktor sekaligus sutradara, penyiar, serta pendiri partai politik, RMH Heroe Syswanto NS, atau Sys NS. Pria 61 tahun tersebut dinyatakan secara medis telah meninggal dunia pada pukul 12.30 WIB setelah sebelumnya sempat pingsan di kediamannya, di kawasan Kemang Timur, Jakarta Selatan, Selasa (23/1/2018).

Sebelum meninggal dunia, istri Sys, Shanty, menyatakan bahwa sang suami sempat meminta pijit dan sarapan. Bahkan dirinya juga sempat meminta dipesankan taksi online untuk pergi ke kawasan Cibubur.

Namun sang anak yang melihat sang ayah tergeletak di lantai justru merasa bingung. Bahkan wajah sang ayah diakui sudah pucat dan dingin.

(Baca Juga: Kenalkan Islam Damai, J-Rocks Hadirkan Single Berjudul Wudhu)

(Baca Juga: Nina Zatulini Masih Belum Terpikir Tambah Momongan)

"Pagi sudah ada yang mijit, sudah enakan. Malam juga gitu, tapi tadi pagi sudah sehat, sarapan terus bilang ke anaknya (nunjuk anak pertama) tolong pesenin ayah Uber, mau ke Cibubur. Terus sudah saya enggak tahu," ungkap istri dari Sys, Shanty yang ditemui di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Selasa (23/1/2018).

"Terus anak saya yang satu lagi pulang, 'Bunda bunda, ayah kok tidur di bawah', biasanya sih memang suka tiduran di bawah, katanya adem. Tapi yang ini mukanya sudah pucat, dingin, saya sudah gemetar, sudah enggak tahu mau dibawa ke mana," sambungnya.

Tak tahu harus melakukan apa, akhirnya pihak keluarga meminta bantuan pihak kepolisian yang kebetulan berada tak jauh dari kompleks perumahannya. Polisi pun diketahui membantu membopong Sys ke dalam mobil yang langsung melaju ke UGD Rumah Sakit Pondok Indah. Sesampainya disana, ia langsung dipasangkan alat pemompa jantung dan dokter pun melakukan pengecekan.

"Terus di depan ada pos Polisi, minta tolong sama Polisi, saya mau bawa Sys sama anak saya ke Rumah Sakit Brawijaya, tapi dibilangnya bawa ke UGD RSPI saja," paparnya.

"Saya sudah feeling, nyampai sana di UGD, dadanya sudah di (pasang alat pompa jantung gitu), selama 40 menit, terus dicek sana sini, tapi kok enggak sadar sadar ya," tambahnya.

Namun sayang, 40 menit berusaha keras untuk memancing timbulnya kembali detak jantung Sys, dokterpun akhirnya menyerah. Dengan menyesal pihak Rumah Sakit menyatakan bahwa Sys sudah tak lagi bisa tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

"Akhirnya dokter bilang, ibu sudah 40 menit kamu berusaha, tapi tidak ada detak jantung sama sekali. Saya bilang, 'Enggak apa-apa, Insya Allah kita semua ikhlas'," tuturnya.

Kehilangan suami yang bertahun-tahun selalu menjaga dan menemaninya, diakui Shanty cukup membuatnya merasa kehilangan. Namun ia mengaku segala proses yang dilalui hingga penguburan pun terjadi dengan lancar, tanpa kendala.

"Namanya ditinggal tiba-tiba, saya selalu berdua, baru pulang berdua, kemana mana berdua, kehilangan banget. Apalagi nanti malem nih, saya pasti berasa banget nih kehilangannya. Dia sudah enggak ada lagi (nangis)," ucapnya.

"Tapi Alhamdulillah lancar. Saya memang mau dia dikuburinnya cepat, habis Ashar di Jeruk Purut, Alhamdulillah dapat, karena ini dekat rumah," tandasnya.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini