Tarzan Srimulat Bangga dengan Perkembangan Wayang Kulit Masa Kini

Revi C. Rantung, Jurnalis · Senin 31 Juli 2017 21:46 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 31 33 1747391 tarzan-srimulat-bangga-dengan-perkembangan-wayang-kulit-masa-kini-F9MIrsk7Qe.jpg Tarzan Srimulat (Foto: Revi/Okezone)

JAKARTA – Tarzan Srimulat mengungkapkan kebanggaannya terhadap perkembangan wayang kulit. Terlebih dalang-dalang wayang kulit sendiri sudah lebih kreatif meski asal dalang-dalang wayang dari daerah tertentu. Tak menutup kemungkinan kini seorang dalang wayang pandai berbahasa Inggris.

Memang seni wayang kulit tengah sedikit terpinggirkan. Untuk itulah Tarzan hadir dalam sebuah teater musikal anak, yang juga akan menghadirkannya berperan sebagai salah satu karakter tokoh wayang yakni Semar. Ia pun bergabung dalam teater yang bertajuk "Mencari Arti Merdeka" dimana percampuran antara teater musikal digabung dengan wayang.

“Sekarang dalang-dalang yang dari daerah yang sekarang maen di Jakarta uda kreatif saya kira. Menggunakan bahasa Indonesia, bahasa Inggris, apalagi sudah menggunakan sinar laser, umpanya kaya film silat, uda kaya seperti itu. Jadi daya tariknya udah ada ilustrasi nya seperti itu, ada musik rocknya,” ungkap Tarzan saat ditemui dikawasan Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (30/7/2017).

Selain bangga dengan para dalang-dalang wayang, pemilik nama asli Toto Muryadi ini juga cukup kaget sembari terkesima dengan para dalang-dalang yang diundang ke luar negeri untuk pementasan wayang, karena ia menilai jika seorang musisi atau pelawak sudah biasa diundang ke luar negeri. Bahkan yang diudang merupakan dalang-dalang dari daerah. Ini pun menjadi sesuatu hal yang jarang terdengar olehnya.

BACA JUGA: Kasih Amplop Kosong, Tarzan Pernah Dimarahi Bambang Gentolet

BACA JUGA: Tarzan Akui Sudah Lama Tak Komunikasi dengan Bambang Gentolet


“Ini harapan ya semua untuk mendongkrak yang ada di daerah dan ternyata saya juga kaget nih wayang kulit dalangnya banyak yang diundang ke luar negeri, menganggumkan kan. Kalau ngundang pelawak  atau penyanyi udah biasa, tapi kalau dalang sekarang banyak yang menggunakan bahasa Inggris,” tambahnya.

Kendati demikian, dengan adanya pementasan teater ini diharapkan Tarzan menjadi sesuatu sarana pengenalan cerita wayang pada anak-anak masa ini dan tidak melupakan seni tradisonal asli Indonesia.

“Jadi menariknya begini, ini kok teater muda musik lah di campur wayang. Ini hebatnya seperti ini, walau sudah modern apapun jangan meninggalkan yang lama-lama mesti dibuka lagi yaitu album-album lalu. Dan juga memperkenalkan cerita wayang kepada adik-adik kita. Karena dalang, wayang, ketoprak itu tahunya di Jawa, Jakarta itu enggak ada. Jadi adanya kaya gini setidaknya nambah wawasan, bisa untuk adik-adik yang nonton,” tutupnya.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini