Share

FOTO: Waduh, PM Kanada Justin Trudeau Ingin Pukuli Aktor Matthew Perry

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Senin 03 April 2017 11:52 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 03 33 1657373 foto-waduh-pm-kanada-justin-trudeau-ingin-pukuli-aktor-matthew-perry-fvR1AupsHq.jpg Mathhew Perry dan PM Kanada Justin Trudeau. (Foto: Today)

OTTAWA – Aksi lucu datang dari Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau yang menantang bintang serial Friends untuk tanding ulang dengannya. Hal itu dilakukannya karena mengingat perbuatan nakal teman masa sekolah dasarnya itu yakni aktor Matthew Perry.  

Dillansir Sindonews, Senin (3/4/2017), bulan lalu, Matthew mengungkapkan bahwa dirinya pernah satu SD dengan Justin. Meskipun mereka punya selisih beberapa tahun, tapi, pemeran Chandler Bing di serial Friends itu dulu sering memukuli Justin karena cemburu dengan  kehebatannya berolahraga.

Sekarang, Justin (45), berbalik ingin menantang aktor berusia 47 tahun itu untuk tanding ulang. Perdana menteri pujaan wanita itu mengaku sering kali berpikir untuk memukuli karakter Chandler yang membuat Matthew kondang.


“Saya punya pemikiran dan kamu tahu, siapa yang tidak mau memukuli Chandler? Bagaimana dengan sebuah tanding ulang @MatthewPerry?,” tulis Justin di akun Twitter resminya.

Kicauan itu dibuat Justin tepat pada tanggal 1 April atau bertepatan dengan April Mop. Jadi, bisa dibilang, tantangan ini adalah sekadar guyonan. Meski begitu, Matthew belum merespons kicauan ini.

Sebelumnya, saat tampil di acara Jimmy Kimmel Live, Matthew mengungkapkan kisah masa anak-anaknya itu. Dia menuturkan, bersama kawannya, Chris Murray, dia kerap memukuli Justin karena cemburu.

“Saya punya cerita tentang dia (Justin) yang tidak membuat saya bangga. Teman saya, Chris Murray, yang juga duduk di bangku kelas 5 di Kanada, mengingatkan saya kalau kami benar-benar memukuli Justin Trudeau. Kami berdua memukulinya. Saya kira dia hebat di bidang olahraga yang kami tidak bisa. Itu murni kecemburuan, dan, kami menghajarnya habis-habisan. Ayahnya (Pierre Trudeau) adalah perdana menteri, tapi itu bukan alasan kami menghajarnya. Saya kira dia satu-satunya anak di sekolah yang bisa kami hajar,” kata Matthew kala itu seperti dikutip Contactmusic.

Matthew mengakui kalau perilakunya itu buruk. Tapi, dia berkelakar kalau dia merasa pemukulan itu membangun diri Justin untuk tumbuh menjadi seorang perdana menteri.

“Saya tidak menyombongkan soal ini. Itu buruk sekali. Saya anak bodoh dan saya tidak mau menghajarnya. Nyatanya, saya kira pada satu titik, saya berusaha mengubahnya menjadi menyenangkan. Tapi saya kira itu adalah instrumen di dalam dirinya untuk tumbuh seperti itu dan menjadi perdana menteri. Saya kira dia bilang, ‘Saya akan bangkit dair ini dan saya akan menjadi perdana menteri’,” pungkas Matthew.

(FHM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini