"Sengaja dihilangkan"
Namun di tengah banyak karya ini, namanya langsung hilang setelah 1965.
Dosen Ilmu Sejarah Universitas Sanata Dharma, Yerry Wirawan, mengatakan nama Rukiah Kertapati memang sengaja dihilangkan dalam sejarah perempuan dan sejarah sastra Indonesia moderen.
"Karena dia anggota Lekra," kata Yerry.
Menurut Yerry, waktu itu HB Jassin memuji Rukiah sebagai sastrawan perempuan. Namun karena menjadi anggota Lekra, namanya dihapus dalam buku antologi sastra Indoneaia karya Jassin.