JAKARTA - Kepergian pencipta lagu Bengawan Solo, Gesang Martohartono, meninggalkan duka negeri ini. Nidji berangan jika konser di Amerika akan menyanyikan lagu Bengawan Solo.
"Ingin juga sih. Gue jadi terinspirasi. Nanti kalau main di Solo atau di Amerika, gue akan bawain lagu Bengawan Solo supaya pada kangen sama rumah," ujar vokalis Nidji, Giring, di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (21/5/2010).
Secara pribadi, Giring mengagumi sosok Gesang, meski tak sempat mengenalkan secara langsung. "Dari kecil siapa sih yang enggak tahu Bengawan Solo? Lagu ini lagu Indonesia yang dibanggakan dan sudah go international. Nidji saja baru sampai Asia. Eyang Gesang sudah dari dulu go international," pujinya.
Giring bangga Indonesia pernah memiliki musisi sekaliber Gesang. Penyanyi berambut keriting itu melabeli Bengawan Solo sebagai lagu abadi sepanjang masa.
"Lagunya indah dan abadi. Kita seniman selalu membedakan, ada lagu yang enak dan ada lagu yang abadi. Nah, Bengawaan Solo ini lagu yang sangat abadi sampai nanti," kata dia.
Gesang meninggal dunia pada Kamis, 20 Mei, pukul 18.07 WIB karena gangguan jantung. Musisi yang meninggal dalam usia 93 tahun itu dimakamkan di Pracimaloyo, Makam Haji, Sukoharjo, Jawa Tengah.
(ang)