Sayang, bersinnya membuat keberadaannya ketahuan, tetapi Sera beralasan sedang membersihkan debu sebelum diusir dari ruangan. Di koridor, name tag-nya terjatuh dan dikembalikan oleh Marvin. Sekali lagi, Sera lolos tanpa dikenali.
Masalah muncul ketika lift yang ditumpangi Sera mogok akibat listrik padam. Di sana, ia kembali bertemu Kenzi dan mencoba mengorek informasi dengan logat Jawa. Sera mengajak Kenzi makan di kafe sandwich sebagai ucapan terima kasih. Namun, ponselnya kehabisan baterai dan dompetnya tertinggal, sehingga Kenzi harus membayar.
Kenzi pun curiga melihat perempuan yang mengaku sebagai petugas kebersihan itu menggunakan ponsel mahal. Meski begitu, Sera tetap bertekad memanfaatkan Kenzi untuk mencari tahu rahasia Marvin dan Clara.
Di sisi lain, Clara mulai curiga Marvin belum bisa melupakan Sera setelah pria itu menolak menemaninya berkonsultasi mengenai program hamil. Clara lalu meminta Kenzi mencari tahu apakah Sera sudah bebas dari penjara.
Kenzi menolak karena tahu Sera tidak bersalah, tetapi Prayoga menekannya dengan mengungkit bantuan yang pernah diberikan, termasuk biaya cuci darah ibu Kenzi. Kenzi akhirnya tak punya pilihan selain menuruti perintah tersebut.
Tak lama kemudian, Kenzi melihat Sera turun dari mobil mewah di Novelle Beauty dan menyadari bahwa perempuan itu sudah bebas. Meski gelisah, ia tetap berbohong kepada Clara. Di rumah, Kenzi mengungkapkan keinginannya untuk lepas dari kendali Prayoga dan membuka sasana tinju sendiri, meski ibunya kurang setuju.