“Dan satu hal yang saya dapat adalah bahwa toleransi, persatuan itu nggak harus diperjuangkan. Enggak bisa ditunggu. Negara kita negara besar, eh dari dulu sudah bersatu, enggak,” tuturnya.
Maka dari itu, dia menekankan bahwa toleransi sangat penting dan harus selalu diperjuangkan dari hal-hal terkecil salah satunya keluarga.
“Jadi poinnya adalah toleransi, saling menghargai, saling menghormati itu harus diperjuangkan. Dari siapa? Dari kita dulu. Lingkungan paling kecil apa? Keluarga. Dan film ini berbicara tentang itu gitu,” ujarnya.
Film ini menceritakan tentang hubungan persaudaraan yang kental dan ikatan keluarga yang kuat serta kepedulian manusia terhadap sesama di tengah konflik dan permasalahan yang berkecamuk.
Satu hal yang cukup unik dalam film ini adalah latar belakang sejarah konflik Poso yang diangkat oleh Denny Siregar. Dalam film itu, dia menceritakan konflik antar umat beragama di sebuah daerah bernama Tanah Runtuh, di mana konflik tersebut ternyata diciptakan oleh orang luar yang sengaja membuat kekacauan di wilayah tersebut.