Share

Dua Pilar Satu Atap dan Surro Jadi Film Terpilih Festival Film Bulanan Lokus 3

Dennira Prifta Binantari, Okezone · Minggu 23 Oktober 2022 20:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 23 206 2692940 dua-pilar-satu-atap-dan-surro-jadi-film-terpilih-festival-film-bulanan-lokus-3-TLMPWg7zka.jpg Sandiaga Uno. (Foto: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif)

JAKARTAFestival Bulanan Lokus 3 mendapuk Dua Pilar Satu Atap dan Surro sebagai film terpilih. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengucapkan selamat atas terpilihnya kedua film tersebut. 

Film karya Ilham Prajatama, Dua Pilar Satu Atap diproduksi oleh Shockfilm dan IMASFEK UNSRI asal Palembang, Sumatera Selatan. Sementara Surro merupakan film karya Virya Hendriyah yang diproduksi Helies Pictures asal Bandar Lampung, Lampung. 

“Untuk ShockFilm Indonesia dan Helies Pictures, kami ucapkan selamat atas terpilihnya film kalian sebagai perwakilan dari Lokus 3 sekaligus menjadi nominasi di acara puncak Malam Anugerah Festival Film Bulanan pada Desember mendatang,” ujar Sandi. 

Sandiaga Uno mengaku, cukup senang melihat antusiasme para sineas asal Sumatera. Hal itu terlihat dari banyaknya kiriman film-film baru yang terdaftar dalam ajang tersebut. “Semoga semangat juang dan pantang menyerah teman-teman ini bisa menular ke teman-teman dari daerah lain,” ujar sang menteri. 

Mohamad Ariansah, kurator Festival Film Bulanan mengungkapkan, kedua film terpilih tersebut mengusung isu hangat, seputar toleransi beragama, nilai tradisi, dan ikatan dalam keluarga. 

Film Dua Pilar Satu Atap misalnya, menyuguhkan transisi emosional yang dialami keluarga Tionghoa. Mereka berkumpul kembali dengan anggota keluarga yang sudah berpisah selama belasan tahun karena masalah adat dan kepercayaan. 

Sedangkan film Surro menampilkan drama melalui konflik internal seorang ibu pengganti (surrogate mother) yang ingin bertemu dengan anaknya. Film ini menawarkan kekuatan visual dan jukstaposisi (urutan) shot

Di lain pihak, kurator Festival Film Bulanan, Rahabi Mandra mengungkapkan, sebenarnya banyak film Sumatera yang menarik. “Dengan keterbatasan yang ada, mereka mampu menampilkan kemajemukan dalam karyanya,” ujarnya. 

Follow Berita Okezone di Google News

Rahabi dalam keterangannya menambahkan, “Mereka juga bisa memanfaatkan teknologi yang ada. Inilah yang membuat para sineas asal Sumatera ini tidak kalah saing dari dari daerah lain.” 

Hal itu membuat sang kurator film optimistis masa depan film-film daerah akan cerah. “Saya berharap, suatu saat nanti setiap filmmaker daerah bisa menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri,” tutur Rahabi menambahkan. 

Kedua film terpilih tersebut menerima sertifikat, suvenir, publikasi di portal nasional, serta penayangan poster film di sejumlah area di Gedung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. 

Tak hanya itu, kedua film itu juga akan tayang di kanal YouTube Kemenparekraf selama satu bulan. Dari Sumatera, kini giliran para sineas Bali, NTB, NTT, Papua, dan Maluku yang akan berkompetisi untuk memberikan karya terbaiknya. 

“Selanjutnya akan dibuka pendaftaran Festival Film Bulanan Lokus 4, ini kesempatan terakhir untuk mendaftar Festival Film Bulanan di tahun 2022. Jadi manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya,” ungkap Sandi. 

Pendaftaran Festival Film Bulanan Lokus 4 akan dibuka, pada 2 November 2022. Informasi selengkapnya bisa didapatkan melalui akun @festivalfilmbulanan di Instagram dan laman www.festivalfilmbulanan.com.*

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini