Share

Garuda Eleven, Film Animasi Sepak Bola Indonesia

Sukainah Hijarani, Okezone · Selasa 04 Oktober 2022 00:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 03 206 2680042 garuda-eleven-film-animasi-sepak-bola-indonesia-5abGDr0Jfj.jpeg Film Garuda Eleven (Foto: ist)

JAKARTA - Batavia Pictures akan meluncurkan beberapa film animasi, salah satunya Garuda Eleven. Film animasi ini akan menceritakan tentang persepakbolaan di Indonesia.

"Film ini mengisahkan tentang para remaja yang berjuang mempertahankan nasib football academy mereka yang bernama Praja Garuda Kencana," kata Script Writer dan Ide Cerita Batavia Pictures, Sweta Kartika di acara Indonesia Comic Con 2022 di JCC, Jakarta, Sabtu (1/10/2022).

Menurut Sweta Kartika, latar belakang pembuatan animasi Garuda Eleven berangkat dari sebuah keresahan atas pupusnya winning spirit klub-klub sepakbola nasional di kancah internasional.

Garuda Eleven

"Kami riset dahulu untuk membuat animasi ini dan sudah kami rencanakan menjadi animasi 3 dimensi," kata Sweta Kartika.

Sweta Kartika memastikan Garuda Eleven, tak akan mirip dengan animasi Jepang terkenal berjudul Captain Tsubasa.

"Tadinya mau fantasy seperti Tsubasa dimana bola melambat dan melayang di udara, tapi kurang cocok. Kami akan sesuaikan dengan webtoonnya," kata Sweta Kartika.

Rencananya film animasi Garuda Eleven akan diluncurkan bertepatan dengan piala dunia u-23 yang akan berlangsung pada 2024.

"Rencananya rilis bertepatan dengan piala dunia u-23," kata Sweta Kartika.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia bersama Astra

Garuda Eleven berkisah tentang sebuah football academy Praja Garuda Kencana dalam merekrut dan membiayai pelatihan anak-anak remaja berbakat dari seluruh pelosok Indonesia untuk dilatih menjadi pemain bola andal, yang tak hanya unggul dalam skill tapi mulia dalam ber-attitude.

Namun, menyatukan ego anak-anak remaja itu sangatlah sulit. Galang (32), sang coach muda yang juga merupakan anak dari pemilik football academy tempat siswa Garuda Eleven digembleng, harus berjuang melawan egonya sendiri saat anak didik terbaiknya, Riga (14) si anak kota terus-terusan ribut dengan Cecep (14) si anak kampung.

Belum lagi membangkitkan kepercayaan diri anak-anak dari pelosok, seperti Aru dari Maluku dan Hao dari Nias, yang juga tak kalah menantang. Namun, sesulit apa pun, Galang ingin membuktikan bahwa hanya dengan memberi kesempatan bagi anak-anak pelosok inilah mimpinya mewujudkan klub berkualitas dan berprestasi secara internasional bisa terwujud.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini