Share

Kontroversi Snowdrop Kian Memanas, Kini Publik Minta JTBC Ditutup

Ajeng Putri Yuwono, Jurnalis · Jum'at 24 Desember 2021 11:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 24 33 2521941 kontroversi-snowdrop-kian-memanas-kini-publik-minta-jtbc-ditutup-ukvrjNDNcV.jpg Snowdrop. (Foto: JTBC)

SEOUL - Kontroversi drama Snowdrop masih terus berlanjut. Belum lama ini, publik bahkan melayangkan petisi kepada Blue House (istana kepresidenan Korea Selatan) untuk menutup stasiun TV kabel, JTBC. 

Petisi itu dibuat setelah stasiun TV itu mengeluarkan pernyataan yang menepis tuduhan seputar distorsi sejarah dalam drama Snowdrop. Perusahaan itu menyebut, tak ada kaitan karakter dan plot Snowdrop dengan gerakan pro-demokrasi Korea Selatan. 

Snowdrop. (Foto: JTBC)

Terbaru, JTBC juga mengumumkan bahwa mereka akan menayangkan tiga episode Snowdrop sekaligus dalam satu minggu. Hal ini dilakukan untuk meyakinkan warga Korea bahwa tidak ada distorsi sejarah dalam drama tersebut. 

Namun, pernyataan stasiun TV itu malah semakin memancing emosi warga Korsel. Sebuah organisasi masyarakat bahkan menggugat JTBC untuk menghentikan penayangan drama itu, lainnya memulai petisi untuk menutup perusahaan tersebut. 

Melansir Allkpop, Jumat (24/12/2021), petisi tersebut sudah diteken 25.000 orang yang menilai JTBC adalah perusahaan anti-konstitusi. Mereka meminta agar stasiun TV kabel itu untuk segera ditutup. 

Baca juga: Tuntut Snowdrop Henti Tayang, Ormas Korea Layangkan Gugatan

Seorang warganet mengatakan, “Tutup saja, masyarakat tidak butuh stasiun penyiaran seperti itu.” Lainnya mengungkapkan, “Mereka terlalu keras kepala dan tetap menayangkan Snowdrop.” 

Snowdrop. (Foto: JTBC)

Sebelum petisi yang menuntut penutupan JTBC ini muncul, publik Korea Selatan lebih dahulu membuat petisi untuk menghentikan penayangan drama Snowdrop. Hingga 18 Desember silam, petisi itu telah diteken lebih dari 200.000 orang.*

Baca juga: Doddy Sudrajat Pertanyakan Keberadaan KTP dan Ponsel Vanessa Angel

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini