Kemenparekraf Selamatkan Industri Film Indonesia, Bantu Promosi hingga Pendanaan

Mohamad Yan Yusuf, Jurnalis · Rabu 13 Oktober 2021 14:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 13 206 2485668 kemenparekraf-selamatkan-industri-film-indonesia-bantu-promosi-hingga-pendanaan-nBSsNZTiNJ.jpg Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo (Foto: Arif/Okezone)

JAKARTA - Upaya menyelamatkan industri film Indonesia terus dilakukan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Melalui sejumlah program, mereka mendorong industri film untuk kembali bangkit.

“Sebelum pandemi, kontribusi industri film ke PDB sangat tinggi, mencapai Rp 15 triliun," kata Wakil Menteri Kemenparekraf Angela Tanoesoedibjo, Rabu (13/10/2021).

Baca Juga:

Bangkitkan Industri Perfilman, Kemenparekraf Beri Bantuan Promosi Film bagi Sineas Indonesia

Hari Batik Nasional, Angela Tanoesoedibjo: Batik Telah Menjadi Life Culture Kekinian   

Wakil Menteri Kemenparekraf Angela Tanoesoedibjo

Demi mengembalikan hal itu, pihaknya telah membuat tiga program demi membantu industri film Tanah Air. Program ini meliputi dorongan untuk promo film, membantu produksi, hingga mengembalikan penonton ke bioskop.

"Pertama kami mengajak para industri film untuk segera menayangkan beberapa film yang telah selesai produksi untuk tayang di bioskop, nanti kami bantu promosinya," kata Angela.

Sementara ke program kedua, Angela menuturkan pihaknya juga membantu pendanaan beberapa film, tak hanya film layar lebar, film pendek hingga film dokumenter juga diberikan pihaknya kepada sejumlah pembuat film.

Meskipun program ini masih dalam tahap finalisasi, namun Kemenparekraf sendiri telah menyiapkan dana sebesar Rp 15 miliar yang nantinya akan dialokasikan ke 60 film. Artinya bantuan maksimal Rp 250 juta akan diberikan kepada setiap rumah produksi.

Selain itu, untuk memutarkan roda perekonomian, Kemenparekraf juga membantu merangsang masyarakat untuk kembali ke bioskop. Prokes ketat diberikan kepada siapapun yang akan masuk sesuai dengan anjuran dari Pemerintah Pusat dan Satgas Covid.

"Melalui itu semua, kami yakin industri film akan kembali berjaya. Peluang kembali menarik lapangan kerja akan terlihat. Sehingga ekonomi kembali berputar," katanya.

Ketua Umum Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI), Edwin Nazir menyambut baik langkah yang dilakukan Kemenparekraf dalam menghidupkan Industri Perfilman Indonesia. Ia pun mengakui saat Pandemi lalu, industri film menjadi salah satu yang terpuruk. Sehingga banyak film yang berhenti produksi seiring ditutupnya sejumlah bioskop.

"Saat ini kan industri sudah kembali aktif. Saya harapkan ini akan membawa industri film kembali berjaya," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini