KPI Minta Maaf dan Cabut Pernyataan Saipul Jamil Boleh Tampil di TV

Vania Ika Aldida, Jurnalis · Kamis 16 September 2021 12:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 16 33 2472272 kpi-minta-maaf-dan-cabut-pernyataan-saipul-jamil-boleh-tampil-di-tv-bKkURYlK5t.jpg KPI tentang Saipul Jamil (Foto: Ist)

JAKARTA - Pernyataan Ketua KPI, Agung Suprio di Podcast milik Deddy Corbuzier, terkait Saipul Jamil boleh tampil di televisi terkait kepentingan edukasi menuai kritik dari masyarakat Indonesia. Bahkan cukup banyak pihak yang menyebut bahwa Saipul Jamil sama sekali tidak layak menjadi edukator kejahatan seksual.

Maraknya protes yang dilayangkan pada Ketua KPI, Mulyo Hadi Purnomo selaku Wakil Ketua KPI Pusat tampak meminta maaf terkait hal tersebut. Ia bahkan menyebut bahwa diksi dari pernyataan yang diucapkan Agung kurang tepat, sehingga menimbulkan persepsi di kalangan masyarakat.

Baca Juga:

Foto Lawas Saipul Jamil dan Jessica Jane Muncul, Netizen: Aduh, Bahaya

KPI Izinkan Saipul Jamil Tampil Asal Beri Edukasi, Arie Kriting: Biar Pedofil Jadi Pintar

Saipul Jamil Dijemput Pakai Mobil Mewah Keluar dari Tahanan

"Pertama, memang kami harus sampaikan permohonan maaf atas pilihan diksi yang sangat tidak tepat, sangat tidak pas, yang disampaikan oleh Ketua kami, Ketua KPI," ujar Mulyo dalam sebuah program televisi baru-baru ini.

Pada kesempatan itu, Mulyo juga sempat menjelaskan bahwa pernyataan yang dilontarkan oleh Agung tidak hanya fokus terhadap kasus penyimpangan seksual saja. Tetapi juga kasus lain yang melibatkan para publik figur, seperti prostitusi online, narkoba, dan tindak melanggar hukum lainnya.

Namun, lantaran keterbatasan waktu, Agung tidak bisa menjelaskan hal itu secara terperinci. Sehingga masyarakat menangkap berbeda pernyataan yang ia lontarkan dalam Podcast tersebut.

"Secara prinsip apa yang kami sampaikan di dalam surat itu tertulis bahwa, kami berharap muatan yang berkaitan dengan hal seperti itu tidak hanya pada kasus Saipul Jamil ya, tapi juga penyimpangan seksual, prostitusi online, narkoba, dan tindak melanggar hukum yang dialami oleh artis dan publik figur. Itu disampaikan secara berhati-hati dan diorientasikan kepada edukasi publik agar hal serupa tidak terulang dan sanksi hukum yang dijalani tidak dipersepsikan sebagai resiko biasa," bebernya.

"Itu yang barangkali kemudian ingin disampaikan oleh ketua tapi kemudian tidak cukup untuk bisa memberikan penjelasan karena mungkin ditanya oleh mas Deddy kemudian langsung mengarah pada persoalan itu, yang kemudian ditangkap berbeda pesannya oleh publik," jelasnya.

Kendati demikian, dalam kesempatan itu Mulyo juga ingin mencabut pernyataan Ketua KPI, Agung Suprio terkait hal tersebut. "Saya menyampaikan permohonan maaf atas pilihan diksi yang tidak tepat," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini