Lagunya Diubah Sandi Record, Rhoma Irama Ajukan Kasasi

Adiyoga Priambodo, Jurnalis · Jum'at 23 April 2021 02:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 22 205 2399315 lagunya-diubah-sandi-record-rhoma-irama-ajukan-kasasi-y88JwQvsS6.jpeg Rhoma Irama (Foto: Okezone)

JAKARTA - Rhoma Irama menggugat Sandi Record atas kasus dugaan pelanggaran hak cipta lagu miliknya. Namun gugatan yang terdaftar di Pengadilan Negeri Surabaya itu telah ditolak.

Sandi Record merasa telah menunaikan kewajiban untuk membayar royalti kepada Rhoma Irama. Uang sebesar Rp500 juta telah dibayarkan Sandi Record, namun tak pernah sampai ke tangan Rhoma Irama.

Baca Juga:

Tampil Beda, Rhoma Irama Nyanyi Keroncong di Kilau Raya Yogyakarta MNCTV

Rhoma Irama Siap Ambyar Bareng di Road To Kilau Raya Yogyakarta

Penampilan Raja Dangdut Rhoma Irama di Road to Kilau Raya 2021

"Itu perinciannya kepada saya langsung Rp 150 juta, kepada Imron Sadewa Rp 8 juta, kepada Yanti Rp 375 juta. Yang sampai ke saya Rp 150 juta, kepada Yanti Rp 375 juta, sampai detik ini tidak pernah sampai ke saya," ucap Rhoma Irama saat ditemui di kawasan Depok, Jawa Barat.

Yanti awalnya anak buah Rhoma Irama. Namun ternyata, Yanti tak pernah diamanatkan untuk mengurus royalti lagu. Uang tersebut pun dikonsumsi pribadi.

"Saya memohon maaf ke Pak Haji Rhoma. Uang itu saya terima dan saya gunakan. Saya tidak bisa berkata apa-apa lagi, saya mohon maaf dan mohon maaf," jelas Yanti.

Urusan Rhoma dan Yanti pun selesai dengan jalur kekeluargaan. Rhoma kemudian membawa kasus ini ke tingkat kasasi hingga Mahkamah Agung. "Sudah jelas, gugatan kita ditolak. Sudah kasasi tadi, kita daftarkan. Kita kasih waktu dua minggu untuk mengajukan memori. Kami berharap, akan melakukan mediasi, kalau memungkinkan ke sana," ucap kuasa hukum Rhoma Irama, Iwan Ameeroeddin.

Rhoma Irama menggugat Sandi Record ke Pengadilan Negeri Surabaya pada 25 Januari dengan nomor perkara 1/Pdt.Sus-HKI/Cipta/2021/PN Niaga Sby.

Rhoma Irama dengan gamblang menjelaskan kronologis awal mula permasalahan. Sejatinya, ini bukan sekadar masalah royalti tetapi masalah etika. Rhoma Irama tak ingin lagunya diacak-acak.

"Yang boleh adalah lagu-lagu ciptaan Rhoma Irama dan dinyanyikan perempuan. Yang kedua enggak boleh didistorsi dengan koplo atau segala macam. Karena yang namanya lagu itu kalau aransemen, beat, diubah sangat rusak. Saat itu ada 20 lagu. Kan itu totalnya Rp 150 juta, saya tanda tangan dan lagunya apa itu saya harus tahu. Itu lagunya harus dinyanyikan oleh satu penyanyi satu kali rekaman. Kalau direkam ulang, namanya cover itu ada charge lagi. Apalagi diubah ke YouTube ada sinkronisasi izin harus ada kompensasi juga, kira-kira seperti itulah kronologisnya," jelas Rhoma.

Penampilan Raja Dangdut Rhoma Irama di Road to Kilau Raya 2021

Kemudian berjalannya waktu, Rhoma menganggap Sandi Record melanggar kesepakatan dengan alasan mengirimkan uang Rp 75 juta ke Rhoma Irama.

Lantas, uang itu pun ditolak oleh Rhoma Irama. Menurut Rhoma Irama, ada sekitar 60 lagunya yang direkam ulang oleh pihak Sandi Record.

“Kalau saya enggak tahu lagunya apa, saya enggak boleh. Jadi memang yang konfirmasi ke saya atau saya izinkan hanya 20 lagu dengan persyaratan. Selebihnya ada 40 lagu,” jelas Rhoma.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini