JAKARTA - Pelaku industri perfilman mengajukan lima opsi kepada pemerintah untuk menyelamatkan dunia film dari pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama setahun terakhir.
Permintaan pertama adalah pemberian stimulus untuk distribusi film lewat dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan mekanisme transparan. Kedua, menggiatkan kampanye ‘Kembali Menonton di Bioskop’ berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Satgas Covid-19.
Hal ini, menurut pelaku industri perfilman yang terdiri dari produser film, sutradara, aktor, pemilik bioskop, pengurus asosiasi, serta Badan Perfilman Indonesia, untuk menghilangkan stigma negatif menonton bioskop di tengah pandemi.
Ketiga, keringanan pajak hiburan atas bisnis film Indonesia. Keempat, langkah cepat, nyata, dan tegas memberantas pembajakan film. Terakhir, percepatan vaksinasi bagi para pekerja industri film.
Presiden Joko Widodo diketahui menyambut baik lima permintaan tersebut dan meminta langkah konkret pemetaan stimulus dan rancangan penyebarannya yang dapat dipertanggungjawabkan.
Presiden menyatakan akan segera berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk menyusun paket stimulus sembari terus berkomunikasi dengan pelaku industri seiring dengan usaha penanggulangan COVID-19, vaksinasi, dan pemulihan ekonomi nasional.
Untuk meyakinkan penonton, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengatakan, kementeriannya akan melakukan sertifikasi CHSE (Cleanliness (kebersihan), Health (kesehatan), Safety (keselamatan) dan Environmental Sustainability (pelestarian lingkungan)) untuk bioskop.
Baca juga: Mukena Hitam, Permintaan Terakhir Rina Gunawan Sebelum Berpulang