Ifan Seventeen Ungkap Cerita di Balik Pembuatan Film Kemarin

Vania Ika Aldida, Jurnalis · Selasa 01 Desember 2020 10:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 206 2319306 ifan-seventeen-ungkap-cerita-di-balik-pembuatan-film-kemarin-7mPTQX8jWq.JPG Ifan Seventeen (Foto: Vania/Okezone)

JAKARTA - Riefian Fajarsyah atau yang akrab disapa Ifan Seventeen, mengaku lega lantaran film yang menceritakan perjalanan karir bandnya akan segera rilis, pada Kamis, 3 Desember 2020 besok. Berjudul Kemarin, film tersebut diketahui akan mengisahkan tentang perjalanan grup band Seventeen, dari awal meniti karir hingga Tsunami Tanjung Lesung, Desember 2018 lalu menghantam empat personelnya.

Ifan menyebut bahwa sejak awal, tepatnya satu bulan sebelum peristiwa naas itu terjadi, ia dan rekan-rekannya sudah memiliki mimpi untuk membuat film dokumenter perjalanan karir mereka. Hal tersebut rupanya sengaja ingin dibuat sebagai hadiah spesial ulang tahun Seventeen yang ke-20 pada Januari 2019.

Baca Juga:

Mirip Almarhumah Istri, Ifan Seventeen Sengaja Pacari Citra Monica

Kemarin, Film Dokudrama Grup Band Seventeen Segera Tayang

Film Kemarin


"Sebenarnya film itu sebelum musibah, dari November 2018 kita udah mau bikin dokumenter untuk hadiah Januari 2019, untuk ulang tahun Seventeen yang ke-20. Jadi November udah meeting untuk dokumenter, cuma emang filmnya untuk internal," ungkap Ifan Seventeen saat ditemui di kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan.

"Dua kali kita meeting November, terus kita cari ujungnya belum nemu, oh akhirnya mau ujungnya konser tunggal di Ternate tapi belum ketemu konsepnya. Sampai akhirnya kejadian Desember 2018, oke, akhirnya ternyata manusia berencana tapi yang ngasih ujungnya sang pencipta pasti," sambungnya.

Sebagai satu-satunya personel yang tersisa, pria 37 tahun ini mengaku memiliki perasaan bahagia luar biasa, lantaran dapat mempersembahkan karya tersebut untuk Almarhum Bani, Oki, Herman, dan Andi. Apalagi film tersebut dibuat saat Ifan tengah menjalani penyembuhan pasca trauma dari kejadian Tsunami di Tanjung Lesung, yang juga merenggut nyawa istrinya, Dylan Sahara.

"Selama proses pembuatannya itu bersamaan dengan proses recovery gue dulu, proses healing gue, jadi mau nggak mau sambil proses penyembuhan, mau nggak mau mengingat kembali kejadian nggak enak kemarin," bebernya.

"Jadi coba dikuat-kuatin karena ini tujuannya buat anak-anak (Seventeen)," tambahnya.

Terkait film Kemarin, Ifan berharap agar penonton tidak memiliki ekspektasi tinggi bahwa peristiwa tsunami yang merenggut nyama teman-temannya akan diekspos secara jelas. Bagi Ifan, film Kemarin akan lebih banyak bercerita tentang kisah perjalanan karir yang dibalut dengan unsur kekeluargaan, persaudaraan, serta cinta.

"Garis besarnya simple sih sebenarnya. Maksudnya gini, jangan berexpect film Kemarin ini film action, dimana lo akan melihat bencana tsunami, nggak," jelasnya.

"Tapi ini film dokumenter dimana film kejadian yang diperankan oleh orang aslinya, dan film ini bukan hanya cerita tentang musibah, tapi juga kekeluargaan persaudaraan, dan cinta," pungkasnya.

 

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini