Paris Hilton Ungkap Pernah Jadi Korban Bullying di Sekolah

Pradita Ananda, Jurnalis · Minggu 23 Agustus 2020 11:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 23 33 2266069 paris-hilton-ungkap-pernah-jadi-korban-bullying-di-sekolah-marGTjolPc.jpg Paris Hilton. (Foto: Galore Magazine)

JAKARTA – Sebagian besar orang menganggap hidup Paris Hilton begitu mudah karena lahir sebagai anak miliuner pemilik jaringan hotel terkenal. Tapi nyatanya, tak banyak yang tahu, seorang Paris Hilton juga pernah menjadi korban bullying semasa sekolah.

Hal ini Paris ungkapkan lewat tayangan dokumentari dirinya, This is Paris yang diunggah di channel Youtube pribadinya. Dia mengaku mengalami bullying secara mental, emosional dan fisik kala menjadi salah satu siswa di sekolah asrama Provo Canyon School, Utah, Amerika Serikat.

Paris menerangkan, layaknya remaja biasa, saat itu ia kerap kabur dari rumah dan bolak-balik berpesta di banyak klub malam. Inilah yang membuat kedua orangtuanya saat itu, memutuskan untuk memasukkan Paris ke sekolah asrama tersebut pada akhir 90-an.

Paris menyebut sekolah asrama itu tidak layak disebut sekolah, setelah berada di sana kurang lebih 11 bulan.

Paris Hilton. (Foto: W Magazine)

“Itu kan semestinya sekolah, tapi di kelas kami tidak fokus sama sekali. Dari aku bangun sampai tidur, mereka berteriak di depan wajahku, meneriaki, dan penyiksaan terus-menerus. Para staf akan berbicara hal-hal yang buruk,” ujar Paris, seperti dikutip Page Six, Minggu (23/8/2020).

Kepercayaan diri perempuan yang kini berusia 39 tahun itu sempat menurun akibat bullying yang dialaminya.

Baca juga:

2 Tahun Menjomblo, Paris Hilton Tepergok Cium Mesra Bos M13

“Para staf di sana secara konsisten membuatku merasa buruk tentang diriku sendiri, mereka mem-bully diriku. Mereka juga melakukan penyiksaan fisik, memukul dan mencekik kita. Mereka ingin semua anak takut, sehingga kami tidak berani untuk melanggar perintah mereka,” tambahnya.

Mengalami kejadian tersebut, Paris pun kerap mengalami serangan panik dan menangis setiap harinya. Namun, di sisi lain, Paris mengaku tak bisa memberitahukan kepada orangtuanya karena pihak sekolah memutus segala cara komunikasi.

“Aku tidak bisa terlalu sering bicara kepada keluarga, mungkin hanya sekali dalam dua hingga tiga bulan sekali. Kami diputus dari dunia luar, mereka akan menyita ponsel atau merobek surat yang aku tulis. Para staf akan bilang ke orangtua kalau anak-anaknya berbohong, jadi ya orangtua ku tidak pernah tahu apa yang terjadi,” sambung Paris.

Namun akhirnya, setelah secara legal berusia 18 tahun, mantan bos Kim Kardashian ini bisa kembali pulang ke New York. Meski demikian, saat itu Paris tetap menolak untuk membahas pengalaman buruknya tersebut.

“Aku sangat bersyukur bisa keluar dari sana, aku bahkan tidak mau membahasnya lagi. Itu hal yang membuatku malu, dan aku tidak ingin bicara tentang itu,” pungkas Paris.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini