Lola Amaria Singgung Nasib Pekerja Film di Era New Normal

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Minggu 14 Juni 2020 22:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 14 206 2229954 lola-amaria-singgung-nasib-pekerja-film-di-era-new-normal-UjRnyOyxIo.jpg Lola Amaria. (Foto: Instagram/@lola.amaria)

JAKARTA - Pandemi COVID-19 yang telah memasuki bulan keempat di Tanah Air, membuat nasib pekerja seni semakin tak jelas dan diselimuti rasa gelisah. 

Aktris sekaligus produser dan sutradara film Lola Amaria ikut mencurahkan perhatiannya terkait nasib para pekerja film di tengah pandemi. Ia berpendapat, krisis kesehatan kali ini sangat berdampak terhadap mereka. 

Lola Amaria.

"Jelas sangat berdampak. Saya sebagai produser merasakan betul dampaknya dalam 3 bulan terakhir. Pemasukan nyaris tidak ada, proses produksi otomatis berhenti, namun tetap harus menggaji karyawan," kata Lola dalam gelar wicara daring bertema “Mengawal Film Nasional saat Tayang di Era New Normal".

Lola membayangkan nasib produser film yang syutingnya terhenti di tengah jalan gara-gara wabah COVID-19. Para produser ini tentu harus memikirkan kontinuitas adegan mengingat dalam tiga bulan terakhir bisa jadi bentuk tubuh ataupun gaya rambut pemain sudah berubah alias tidak sama dengan ketika melakoni syuting sebelum pandemi.

Baca juga: Alasan Lola Amaria Angkat Kisah Spiderwoman Indonesia dalam Film 6,9 Detik

“Apalagi kalau syuting baru jalan seminggu, lalu berhenti. Itu berat. Kalau syuting ulang belum tentu kondisi lokasi syuting sama kayak dulu atau sama dengan yang digambarkan skenario,” ujar bintang film "Kisah 3 Titik" itu. 

Menurut Lola, proses syuting ulang tak semudah yang dibayangkan. Selain memikirkan kondisi fisik pemain dan lokasi, biaya produksi juga mesti dihitung lagi.

“Syuting ulang, ada dananya enggak? Kalau ada, berapa?” tanya wanita 42 tahun itu.

Lola mengingatkan, syuting ulang akan terasa berbeda mengingat protokol kesehatan mesti diterapkan sampai proses pengambilan gambar selesai. Pemain serta seluruh kru harus menjalani rapid test, karantina selama 14 hari, memakai baju pelindung diri lengkap, dan juga masker.

Lola Amaria.

“Katakanlah selama syuting per orang biayanya Rp300 juta, dikali 80 orang. Mampu enggak produser menyediakan uang sebanyak itu?” ujarnya.

Artis berdarah Palembang dan Sunda itu mencontohkan, dulu untuk menuju lokasi syuting, satu mobil bisa diisi delapan orang. Di era New Normal, satu mobil kemungkinan hanya boleh diisi empat orang.

Duka Akshay Kumar untuk Sushant Singh Rajput: Dia Aktor Bertalenta

Duka Akshay Kumar untuk Sushant Singh Rajput: Dia Aktor Bertalenta

Hal seperti ini juga harus dipikirkan karena pasti menambah biaya produksi. Belum lagi untuk mendisiplinkan masyarakat agar memakai masker bukanlah perkara mudah.

Setelah semua terjawab, masih ada satu pertanyaan lagi yang harus diajukan produser. “Saat dirilis di bioskop, diadu dengan beberapa film lain, balik modal nggak tuh film? Karenanya, perlu solusi dan urun rembug semua pihak dari pemerintah, pemilik bioskop, produser, dan seluruh stake holder dalam industri perfilman Tanah Air,” bebernya*

Baca juga: Duka Akshay Kumar untuk Sushant Singh Rajput: Dia Aktor Bertalenta

1
3
BERITA FOTO
+ 2

Lola Amaria Mediasi dengan Lembaga Sensor Film tentang Film LIMA

Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) Ahmad Yani Basuki (kanan) berjabat tangan dengan Produser Film LIMA Lola Amaria (kiri) saat digelar mediasi mengenai film LIMA yang dikategorikan sebagai film 17 tahun ke atas di Gedung Film, Jalan MT Haryono, Jakarta, Senin (28/5/2018). Komunitas Pancasila untuk Generasi Muda melakukan mediasi dengan LSF agar film LIMA lolos sensor untuk 13 tahun ke atas karena film tersebut bertema Pancasila yang bergenre drama realis berdasarkan kejadian nyata.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini