Penjelasan Ustadz Yusuf Mansur soal Kasus Penipuan Perumahan Syariah

Vania Ika Aldida, Jurnalis · Rabu 22 Januari 2020 20:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 22 33 2156843 penjelasan-ustadz-yusuf-mansur-soal-kasus-penipuan-perumahan-syariah-s4cC9sJ3Zh.jpg Ustadz Yusuf Mansur. (Foto: YouTube/Yusuf Mansur Official)

JAKARTA - Ustadz Yusuf Mansur akhirnya angkat bicara soal isu keterlibatannya dalam kasus penipuan perumahan syariah fiktif, Multazam Islamic Residence di Kalanganyar, Sedati, Sidoarjo. Ia dengan tegas membantah terlibat dalam kasus tersebut.

Keterlibatan Ustadz Yusuf dalam kasus itu lantaran pihak pengembang mempromosikan perumahan syariah fiktif tersebut dengan memasang gambarnya. Ia juga disebut menjadi motivator dalam acara yang digelar pihak pengembang tersebut.

 Ustadz Yusuf Mansur. (Foto: Okezone)

“Enggak ada (jadi motivator). Kalau ada, sudah pasti ada foto saya,” kata Ustadz Yusuf dalam penjelasannya seperti dikutip dari Starpro Indonesia, pada Rabu (22/1/2020).

Meski membantah, namun Ustadz Yusuf Mansur menyatakan kesiapannya untuk memenuhi panggilan kepolisian jika diperlukan. Namun hingga hari ini, dia mengaku belum menerima panggilan resmi dari polisi.

Baca juga: Baca Alquran di Depan Ustadz, Syahrini Ngaku Agak Deg-degan Takut Salah 

“Saya siap saja (kalau dipanggil). Toh, tidak ada urusan. Ini pencatutan murni tanpa keterlibatan saya sama sekali. Katanya saya diundang, tapi nyatanya tidak pernah menerima undangan apapun,” ungkapnya lagi.

Ustadz Yusuf Mansur. (Foto: Okezone) 

Ustadz Yusuf Mansur juga mengaku tak mengenal MS yang kini ditetapkan sebagai tersangka. MS merupakan direktur utama PT Cahaya Mentari Pratama yang menjanjikan perumahan Multazam Islamic Residence.

“Enggak tahu, saya enggak kenal. Pernah ketemu sekali kalau enggak salah tapi di acara. Dia pengin bikin rumah tahfidz tapi saya enggak mengerti, kan banyak sekali memang yang pengin bikin konsep seperti itu,” tuturnya.

 

PT Cahaya Mentari Pratama mendirikan perumahan berbasis syariah di Kalanganyar, Sedati, Sidoarjo, pada 2015. Setidaknya, ada 32 orang yang membeli perumahan tersebut namun hingga kini belum juga dibangun.* 

Baca juga: Lee Hi Jajaki Kemungkinan Gabung Agensi Sunmi

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini